Asosiasi Nelayan Kepiting Langsa Temui Haji Uma, Minta Permen KP untuk di Kaji Ulang 

Asosiasi Nelayan Kepiting Langsa Temui Haji Uma, Minta Permen KP untuk di Kaji Ulang 
Asosiasi Nelayan Kepiting Langsa Temui Haji Uma, Minta Permen KP untuk di Kaji Ulang 
Asosiasi Nelayan Kepiting Langsa Temui Haji Uma, Minta Permen KP untuk di Kaji Ulang. Dianggap Permen KP Nomor 16 Merugikan Nelayan Kepiting.
LANGSA – Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman yang biasa dikenal Haji Uma terima aduan Asosiasi Nelayan Kepiting Bakau Kota Langsa, terkait terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 16 tahun 2022, Minggu (08/01/2023).

Permen KP Nomor 16 tahun 2022 terutama pada pasal 8 ayat (1) tentang penangkapan, lalu lintas dan/atau pengeluaran kepiting, pada poin b, lebih spesifik mengatur soal ukuran kepiting yang boleh ditangkap maupun dikirim atau diekspor, yang mana ukuranya harus 12 cm ke atas per ekornya.

 

Oleh sebab Hamdani Latif selaku selaku ketua Asosiasi nelayan kepiting bakau kota Langsa khususnya di Langsa mengharapkan kepada Haji Uma untuk bisa menklarifikasi terkait aturan yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang dianggap dapat merugikan para nelayan kepiting. Jumat (06/01/2023) saat menemui Haji Uma disela kunjungan reses di Kota Langsa.

Asosiasi Nelayan Kepiting Langsa Temui Haji Uma, Minta Permen KP untuk di Kaji Ulang 
Asosiasi Nelayan Kepiting Langsa Temui Haji Uma, Minta Permen KP untuk di Kaji Ulang

“Dengan terbitnya Permen KP Nomor 16 tahun 2022 dapat menyengsarakan kami para nelayan kepiting dan pengusaha kepiting dikarenakan aturan tersebut dinilai sepihak, tanpa melihat kondisi ataupun karakter kepiting ditiap-tiap daerah, terutama di kota Langsa,” ungkap Hamdani Latif.

 

Lanjutnya, “Kami berharap Kepada bapak Haji Uma dapat menyampaikan anspirasi kami ini kepada Kementerian KP untuk mengkaji ulang Permen yang sudah diterbitkan dan kami harap melibatkan masyarakat dipesisir ketika ingin membuat sebuah regulasi dan jangan memutuskan sepihak yang dapat merugikan kami para petani kepiting bakau,” harapnya.

 

Haji Uma sendiri menanggapi keluhan para nelayan kepiting bakau tersebut ia berjanji akan meneruskan anspirasi mereka kepada kementerian terkait.

 

“Ia insyaallah surat petisi dari mereka sudah kita terima, anspirasi ini nantik akan kita teruskan dan diskusikan dengan komite II DPD RI nantinya di Jakarta untuk ditindak lanjuti ke kementerian Kelautan dan Perikanan RI,” kata Haji Uma

 

Team Redaksi

Indonesia jurnalis.com 20240701 090538

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

" Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini "