Bunda Milenial Adakan Rapat Perdana Serta Silaturahmi Dalam Rangka Memasuki 2022

20220117 170333 scaled

Jakarta,INJ.Com

Komunitas Ibu-ibu berkebaya yang menamakan diri Bunda Milenial menggelar Rapat rapat reguler perdana dengan Lion Club Jakarta serta silaturahmi mendapat sambutan positif dari Sisca Rumondor sebagai penggagas, pendiri dan Ketum Bunda Milenial Dan Bu ? Dewan Pembina Bunda Milenial.

Acara digelar di Restoran Handayani, Jl.Matraman Raya, Jakarta Timur, Selasa (18/1/2022) yang mendapat respon positif komunitas Ibu-ibu sesuai visi dan misi Bunda Milenial bergerak dibidang budaya, sosial, kemanusiaan dan pendidikan.

Ketua Bunda Milenial, Sisca Rumondor mengatakan,
“Komunitas Bunda Milenial ini sudah sah, terstruktur dan terorganisir didalam Pemerintahan yang bergerak sesuai visi dan misinya dibidang budaya, sosial, kemanusiaan dan pendidikan, “ucap Sisca Rumondor.

Pengakuan ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja dan hasil rapat perdana Bunda Milenial yang telah setahun bergabung dengan organisasi Kemanusiaan Internasional, Lion Club International

Lebih lanjut, Sisca Rumondor juga mengatakan,
“Acara ini turut dihadiri Ketua Dewan Pembina dimana kami juga telah mengangkat para pengurus, salah satunya Ketua Bunda Milenial Kabupaten Muna Kota Raha Selawesi Tenggara dan Kendari serta nantinya meluas ke beberapa kabupaten lainnya, “lanjutnya.

Dewan Pembina Bunda Komunitas Bunda Milenial mengatakan, “Kami, Komunitas Bunda Milenial juga turut merasakan kesedihan seiring dengan kebudayaan Indonesia yang diakui oleh Negara lain sehingga perlu dilestarikan dengan salah satunya memakai baju adat kebaya sesuai daerah kami masing-masing dan bila perlu dipatenkan, disamping itu dibidang sosial kami bergerak membantu korban musibah secara swadaya Bergotong royong, “jelas Bu ? Dewan Pembina.

“Untuk itu dari sekarang Kami menghimbau kepada Pemerintah Kota, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk serius dari hulu Ke Hilir menyelamatkan budaya-budaya Indonesia terlebih lagi kain-kain yang merupakan warisan nusantara, itu adalah perjuangan yang kami lakukan bersama-sama,” jelas Sisca.

Harapannya adalah kita tetap menjalankan prokes yang tetap, disiplin dan menjalankan aturan dari pemerintah agar pandemi segera berakhir.
Kemudian dari sisi organisasi, kami berharap semakin banyak orang Indonesia terutama perempuan Indonesia itu mencintai budayanya sendiri,
“Ingat ya kita orang Indonesia, kita harus cinta pada budaya Indonesia. Dogma yang susah dimulai dari bagaimana kita berbusana, yang kami tampilkan disini adalah budaya Indonesia khususnya perempuan Indonesia dari zaman dahulu.
Semoga dengan kami bersafari ke kota-kota lain maka akan semakin banyak orang peduli dengan apa yang kami lakukan. Itulah target harapan yang sedang kami kejar, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.