HUKUM  

Gugatan Perkumpulan Stand Up Comedy Indonesia (PSUI)  Dikabulkan Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat

Gugatan Perkumpulan Stand Up Comedy Indonesia (PSUI)  Dikabulkan Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat
Gugatan Perkumpulan Stand Up Comedy Indonesia (PSUI)  Dikabulkan Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat
Gugatan Perkumpulan Stand Up Comedy Indonesia (PSUI)  Dikabulkan Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat, Majelis Hakim memerintahkan Kantor Merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk menghapus merek “Open Mic Indonesia.

Jakarta, Indonesia jurnalis.com –  Gugatan Perkumpulan Stand Up Comedy Indonesia ( PSUI ) setelah tujuh bulan menjalani persidangan di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, akhirnya merek “Open Mic Indonesia” milik Ramon Pratomo atau Ramon Papana diputuskan untuk dinyatakan dibatalkan.

Keputusan ini dibacakan oleh Majelis Hakim dengan Perkara Nomor 85/Pdt.Sus- HKI /Merek/ 2022/ PN.Niaga.Jkt.Pst yang diketuai Yusuf Pranowo.

Lebih lanjut, Majelis Hakim memerintahkan Kantor Merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk menghapus merek “Open Mic Indonesia” tersebut.

Dalam pertimbangan Majelis Hakim, merek “Open Mic Indonesia” tidak dapat didaftarkan, karena merek tersebut terbukti merupakan milik publik. Seperti diketahui, kata “open mic” adalah sebuah istilah umum (generic terms), merupakan kata majemuk,yang terdiri dari gabungan 2 (dua) suku kata yaitu “open” dan “mic” yang menghasilkan pengertian baru yang lazim digunakan dalam dunia hiburan, dan memiliki arti sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan atau menguji kelayakan materi sebuah karya seni pertunjukan.

Majelis Hakim menjelaskan dalam pertimbangannya merek “Open Mic Indonesia” terbukti mengganggu ketertiban umum, sebagaimana telah dilakukan oleh Ramon Papana yang melarang penggunaan istilah “open mic” dan penyelenggaraan acara-acara dengan konsep “open mic” dan meminta imbalan.

Terhadap putusan tersebut, Panji Prasetyo sebagai kuasa hukum dari Perkumpulan Stand Up Comedy Indonesia (PSUI) menyatakan bahwa putusan ini sangat berarti, karena mengembalikan kata “open mic” menjadi milik publik kembali. “Hal ini bukan hanya kemenangan untuk para komika, tetapi ini adalah kemenangan akal sehat”,ungkap Panji setelah menghadiri sidang pembacaan putusan di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sementara itu Adjis Doa Ibu sebagai Presiden PSUI sangat bersyukur dengan putusan ini.

Team Redaksi

20240130 191431 0000

Indonesia Jurnalis.com website Portal Berita Online Nasional Independen Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *