JNE Gelar Konferensi pers Terkait Beras Banpres yang Di Timbun Di Depok

IMG 20220804 WA0024 1
JAKARTA – JNE Gelar Konferensi pers Terkait Beras Banpres yang Di Timbun Di Depok , yang sempat viral di media sosial.

 

Pada konferensi pers JNE turut hadir Hotman Paris, SH, selaku kuasa hukum JNE dan  Manager beserta jajaran JNE, Kamis (4/8/2022) di sebuah cafe di Pantai mutiara Jakarta barat.

 

Perwakilan JNE memaparkan sejarah JNE sebagai salah satu wirausaha di bidang jasa kurir Express  ” PT JNE yang berdiri sejak 1990 oleh Almarhum Haji Suprapto Suparno dalam menjalankan bisnisnya selalu memberikan Nilai – nilai berbagi dan menyantuni secara internal maupun eksternal.

 

Perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa kurir dan Express selalu bersinergi membantu program pemerintah dalam mendistribusikan sembako Banpres bekerja sama dengan pihak terkait, tidak hanya sembako saja, di masa pandemi JNE juga membantu mendistribusikan alkes seperti masker dan lainnya, dan juga ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid 19 dengan membuat program vaksinasi di seluruh cabang gerai JNE.

 

 

Gelar Konferensi pers ini menindak lanjuti terkait Bansos Presiden yang di dipendam oknum PT. JNE yang sempat viral di media sosial yang temukan di lahan milik Muhamad Rudi Samin , Ia tidak terima dan akan mengambil langkah Hukum karena tanah yang di klaim miliknya di kampung serap Tirta Jaya, Sukma Jaya Depok.

 

Di tempat yang sama Hotman Paris selaku kuasa hukum JNE menangkis hal tersebut dan itu adalah fitnah, ia mengatakan bahwa Sembako Banpres yang di pendam atau timbun sudah lama di gudang, dan itu hak JNE, sudah di ganti dengan yang baru sehingga sembako itu milik JNE, dan Hotman Paris akan mengambil langkah hukum dengan inisial R, tandasnya

JNE Gelar Konferensi pers Terkait Beras Banpres yang Di Timbun Di Depok
JNE Gelar Konferensi pers Terkait Beras Banpres yang Di Timbun Di Depok

 

Hotman Paris kembali menjelaskan” JNE hanya sebagai transportasi ke seluruh wilayah keluarga penerima manfaat, dan untuk yang di depok dari jumlah beras yang di distribusikan 6199 ton untuk warga 247997 penerima manfaat, dalam kontraknya kalau ada kerusakan JNE harus di ganti dengan yang baru dengan memotong honornya”

Follow my YouTube

Dari perhitungannya sendiri menurut Hotman berdasarkan data yang ada, ” dari 6199 ton yang rusak hanya 3,4 ton atau dari 6199 ton atau presentasinya hanya 0,05 % . atau kurang dari setengah pesen yang rusak ”

Jadi artinya ” karena beras pengganti sudah di kirim dengan operasional JNE maka beras yang rusak ini adalah milik dari JNE , mau di kemanain ini urusan JNE” tegas Hotman

Nk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *