Jokowi Dan PDIP Ancam Laporkan Balik Ubedilah Badrun, Jika Berikan Laporan Palsu

Polish 20220112 193118784

jakarta,INJ.Com

Tegas Jokowi Dan PDIP Ancam Laporkan Balik Ubedilah Badrun, Jika Berikan Laporan Palsu!. Bola panas bergulir menyeret nama dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
Baru-baru ini, keduanya dilaporkan ke Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Belum lama, dua elite PDI Perjuangan, Ganjar
Pranowo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, juga dilaporkan ke lembaga antirasuah, berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. PDI-P mencurigai pelaporan ini berkaitan dengan agenda 2024. Sebagaimana diketahui, 2024 menjadi tahun politik digelarnya pemilihan presiden, kepala daerah, dan anggota legislatif secara berbarengan.

Lantas, adakah imbas rangkaian pelaporan ini
terhadap Jokowi dan PDI-P?. Pelapor Gibran dan Kaesang merupakan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga aktivis ’98, Ubedilah Badrun. Ubedilah mengatakan, laporan ini terkait dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan. Menurut dia, pada tahun 2015 ada perusahaan besar
bernama PT SM yang sudah menjadi tersangka pembakaran hutan dan dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan nilai Rp 7,9 triliun.
Namun, dalam prosesnya, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan senilai Rp 78 miliar. “Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM” kata Ubedilah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/1/2022).
Menurut Ubedilah, dugaan KKN sangat jelas
melibatkan Gibran, Kaesang, dan anak petinggi PT SM.

Menurut Ubedilah, dugaan KKN sangat jelas
melibatkan Gibran, Kaesang, dan anak petinggi PT SM karena adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan ventura.
“Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Dan setelah itu kemudian anak presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis, Rp 92 miliar ujarnya.
“Dan itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak presiden,” kata dia. Ubedilah pun meminta KPK memanggil Presiden Jokowi guna menjelaskan keterkaitan dua anaknya dalam dugaan perkara ini. Selanjutnya soal Dilaporkannya Ganjar dan Ahok Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDI-P Ganjar Pranowo ternyata sudah lebih dulu dilaporkan ke KPK.

Ganjar dilaporkan oleh Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) Adhie Massardi terkait kasus lama, yakni dugaan korupsi proyek e-KTP. Pelaporan itu pun telah direspons Ganjar. “Aku kudu ngomong opo yo (aku harus ngomong apa
ya),” katanya sebagaimana diberitakan Kompas.com, Jumat (7/1/2022).

Pelaporan Ganjar itu berbarengan dengan
dilaporkannya Ahok ke lembaga antirasuah
PNPK, Ahok dilaporkan atas sejumlah dugaan
kasus koripsi seperti lahan RS Sumber Waras, lahan Cengkareng, kasus lahan Taman BMW, kasus dana CSR, hingga reklamasi Teluk Jakarta. Oleh Ahok sendiri enggan banyak berkomentar mengenai laporan ini. Saat dihubungi Kompas.com, Ahok hanya
melemparkan sejumlah tautan berita yang menyebut sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi sudah selesai disidangkan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.