LSM JAMBAKK Adukan Bank Banten Terkait Dugaan Kredit Macet sebesar 450 Milyar

Polish 20220422 733467
Jakarta – LSM JAMBAKK Adukan Bank Banten Terkait Dugaan Kredit Macet sebesar 450 Milyar  ke Kejagung RI.

 

LSM JAMBAKK Adukan Bank Banten Terkait Dugaan Kredit Macet sebesar 450 Milyar.

LSM JAMBAKK (JAringan Masyarakat Banten Anti Korupsi dan Kekerasan) melakukan laporan aduan terkait dugaan korupsi sebesar 450 Milyar di Bank Banten kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta.

 

 

LSM JAMBAK dalam laporan ini sudah melakukan investigasi terkait data data debitur macet yang melakukan proses Kredit Modal Kerja maupun Kredit Investasi yang dilakukan sekira pada tahun 2017 sampai 2020 yang lalu di karenakan pemberian kredit kepada para debitur tidak sesuai dengan Standar Operational Prosedure (SOP) Perbankan, bahkan ada yang memberikan jaminan aset berupa sertifikat tanah yang fiktif, proyek pekerjaan yang juga fiktif serta pencairan dana pinjaman yang bukan di peruntukan untuk pekerjaan, melainkan untuk kepentingan pribadi, oleh karena hal tersebut diatas disebabkan terjadinya kredit macet oleh para debitur.

 

 

LSM JAMBAKK adukan Dugaan Kredit Macet pada Bank Banten sebesar 450 Milyar ke Kejagung RI
LSM JAMBAKK adukan Dugaan Kredit Macet pada Bank Banten sebesar 450 Milyar ke Kejagung RI

Dalam hal ini dikatakan oleh ketua LSM JAMBAKK (JAringan Masyarakat Banten Anti Korupsi dan Kekerasan)* Feriyana menyatakan bahwa korupsi pembobolan Bank Banten yang salah satu contoh dari puluhan debiturnya yaitu PT. HNM yang patut diduga melibatkan sejumlah oknum pejabat Bank Banten pada saat itu dalam memuluskan modus operandi berupa Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) untuk pembiayaan proyek- proyek di duga fiktif dan jaminan kelayakan kredit yang tidak sesuai dengan prinsip STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) perbankan.

 

oleh karena itu kami LSM JAMBAKK melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Agung karena dengan angka kredit macet yang begitu besar saya harap pihak Kejaksaan Agung segera memanggil dan memeriksa saudara Kemal Idris beserta pejabat bank banten lainya yang terlibat untuk dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya, sementara itu peran dari Komisaris Bank Banten perwakilan dari unsur Pemerintah Provinsi Banten sebagai pengendali utama permodalan yang selama 1 tahun terakhir yang seharusnya melaporkan kebobrokan ini kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah yang nota bene adalah atasan nya, serta dapat melaporkan langsung kepada alat penegak hukum, sehingga kami meyakini bahwa kinerjanya tidak berfungsi sebagai pengawas permodalan dimana saham mayoritas Bank Banten adalah dimiliki oleh Pemprov Banten yang juga adalah uang rakyat Banten,dan perlu di ingat dalam undang-undang korupsi memperkaya diri sendiri atau orang lain sudah termasuk bentuk korupsi yang harus segera di proses secara hukum.

 

LSM JAMBAKK Adukan Bank Banten Terkait Dugaan Kredit Macet sebesar 450 Milyar dan segera memeriksa serta menangkap dan mengadili oknum pejabat Bank Banten, dengan segala keinginan besar yaitu membersihkan Banten dari segala bentuk Korupsi.

 

Dalam waktu yang sama seketaris jenderal/sekjen *LSM JAMBAKK* Andi Permana menyatakan agar kejaksaan agung segera memeriksa serta menangkap dan mengadili oknum pejabat Bank Banten, dengan segala keinginan besar yaitu membersihkan Banten dari segala bentuk Korupsi,dan agar masyarakat Banten mengetahui bahwa laba Bank Banten pada 2021 sampai tahun kedepannya hanya diperuntukkan untuk menutupi hutang yang disebabkan kasus pembobolan oleh para debitur tersebut diatas.

 

LSM JAMBAKK ” JAringan Masyarakat Banten Anti Korupsi dan Kekerasan “

Hati hati dengan Uang Rakyat BANTEN
Salam Brantas Korupsi di Banten!!!……, dengan segala keinginan besar yaitu membersihkan Banten dari segala bentuk Korupsi.

LSM JAMBAKK Adukan Bank Banten Terkait Dugaan Kredit Macet sebesar 450 Milyar.(red)

 

Baca juga https://indonesiajurnalis.com/2022/03/dpp-lsm-jambakk-adukan-dugaan-prakti/

 

 

Dengan itu kami datang kemari melaksanakan aksi damai unjuk rasa di gedung ini Mendesak Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) untuk segera memeriksa dan memanggil serta menangkap oknum pejabat Bank Banten yang diduga telah memberikan fasilitas kredit KMK ( kredit modal kerja) dan KI ( kredit Investasi) kepada PT HNM/debitur dengan Nilai Kredit sekitar + Rp 65.000.000.000,(Enam puluh Lima Milyar Rupiah ) pada tahun 2017 lalu, patut diduga fasilitas kredit yang didapat oleh PT HNM/debitur .

 

Asset dan SPK/kontrak kerja bodong atau diduga fiktif, Selanjutnya PT. HNM/debitur tidak sesuai Dengan prosedur atau patut diduga Proses kredit yang didapat oleh PT HNM/ ,patut diduga pula PT HNM/debitur diduga uang kredit yang didapatkannya tidak sesuai Dengan prosedur atau Aturan yang berlaku,tidak sampai disitu saja mendapatkan pencairan dana Kredit tersebut dipergunakan bukan untuk keperluan pembiayaan Proyek pekerjaan,sehingga PT HNM/Debitur untuk membayar cicilan kepada Pihak BANK dan bahkan diduga terjadi (KreditMacet),Berkaitan dengan dugaan-dugaan tersebut di atas ,kami menduga ini bisa Berpotensi Merugikan keuangan Negara/keuangan Daerah hingga Puluhan Miliyar Rupiah, maka dari itu kami meminta sekali lagi Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memeriksa dokumen-dokumen terkait PT HNM/debitur yang mendapatkan dana dari Bank Banten serta KPK segera memeriksa dan menangkap Oknum Pejabat lainnya serta Kepala Direktorat Bisnis Oknum yang diduga telah merugikan keuangan Negara / Keuangan Daerah.(red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.