Masyarakat Minta Walikota Tangerang Selatan Lakukan Pembenahan Di Beberapa titik Rawan Banjir

Masyarakat Minta Walikota Tangerang Selatan Lakukan Pembenahan Di Beberapa titik Rawan Banjir
Masyarakat Minta Walikota Tangerang Selatan Lakukan Pembenahan Di Beberapa titik Rawan Banjir
TANGERANG SELATAN – Masyarakat Minta Walikota Tangerang Selatan Lakukan Pembenahan Di Beberapa titik Rawan Banjir, BPBD melaporkan ada 11 titik banjir.

 

Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie agar segera mendorong Dinas Pekerjaan umum untuk segera memperbaiki gorong – gorong atau resapan air dalam penanggulangan banjir.

 

Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaporkan ada 11 titik banjir dan 2 titik longsor di wilayahnya. Titik banjir paling tinggi terdapat di Puri Bintaro dengan tinggi muka air (TMA) sampai 110 cm.

 

Adapun dua daerah yang rawan longsor adalah Amarapura, Kecamatan Setu, dan satu lagi di pinggir bibir Jalan, Kelurahan Keranggan dan Kecamatan Setu.

 

Informasi Data 11 titik banjir tersebut dilaporkan oleh akun resmi BPBD Kota Tangsel. Data tersebut merupakan data per pukul 21.15 WIB. Beberapa titik disebut telah surut.

 

Ini tentunya menjadi Pekerjaan rumah Pemkot Tangsel, untuk membenahi di beberapa titik yang memang sudah menjadi langganan banjir, sama halnya seperti di jalan Ceger raya Gg Swadaya yang mudah sekali banjir, karena dataran sangat rendah sehingga sulit sekali air keluar mengikuti arus gorong – gorong, dan perlu di buat resapan air.

Masyarakat Minta Walikota Tangerang Selatan Lakukan Pembenahan Di Beberapa titik Rawan Banjir
Jalan Ceger raya Gg swadaya, kampung bulak kelapa 

Kalau ini tidak cepat – cepat di perbaiki maka akan terjadi pelebaran kerusakan pada aspal dan bisa jadi akan membentuk kubangan  yang terkikis oleh kendaraan bermotor setiap hari.

Masyarakat Minta Walikota Tangerang Selatan Lakukan Pembenahan Di Beberapa titik Rawan Banjir

Salah satu faktor maraknya pemukiman baru yang mulai merebak harus lebih ketat peraturannya, baik dalam tata kelola ruang terbuka hijau dan juga resapan air. Dinas terkait harusnya melihat dampak kedepan dalam perijinan pengembang ataupun akses air tadah hujan dalam infrastrukturnya, seperti resapan dan buangan air harus di perhitungkan dengan tepat.

 

Salah satunya jalan tol Bintaro yang tadinya tidak banjir tahun ini hampir 20 cm mengenang sepanjang 500 meter, tentunya tidak di pungkiri maraknya pemukiman baru dan penggalian tambahan akses tol baru.

Masyarakat Minta Walikota Tangerang Selatan Lakukan Pembenahan Di Beberapa titik Rawan Banjir
Tol Bintaro

Salah satu contoh yang sudah di sebutkan tadi, lokasi di jalan Ceger raya Gg swadaya yang menjadi langganan banjir , dan juga penggalian kabel dengan membongkar gorong – gorong dengan meninggalkan tanah merah begitu saja dengan kabel yang tumpang tindih yang menggangu aliran air untuk cepat surut, sehinga ketika hujan turun akan masuk ke gorong – gorong akan terjadi pengendapan.

Noercholish

 

Team Redaksi

20240130 191431 0000

Indonesia Jurnalis.com website Portal Berita Online Nasional Independen Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *