Nasib 176 Calon Pengawas yang Terkatung – Katung

Nasib 176 Calon Pengawas yang Terkatung - Katung
Nasib 176 Calon Pengawas yang Terkatung - Katung
Nasib 176 Calon Pengawas yang Terkatung – Katung, Padahal keberadaan Pengawas itu mutlak sangat diperlukan bagi keberadaan dan kemajuan sekolah.
BANTEN – Neli Fori Karliana (NFK) adalah salah satu  di antara 176 Orang yang lolos menjadi Calon Pengawas (Cawas) SLTA di Provinsi Banten. Proses Seleksi yang telah menghasilkan 176 Orang Cawas itu berlangsung dalam rentang waktu empat tahun (2018 – sebelum 12 Mei 2022).

Dalam dua minggu belakangan ini nama NFK menjadi viral di mediamainstream lokal Banten dan Nasional, di Media On Line bahkan di Media Sosial karena NFK disebut sebagai “korban kriminalisasi” yang, konon, dilakukan oleh seorang pegiat LSM Maha Bidik Indonesia, Moh. Ojat Sudrajat (MOS).

Sebagai cucu seorang Guru SDN tempo dulu dan sebagai alumnus SPGN Rangkasbitung (1983) nurani saya merasa terpanggil untuk tutut mengadvokasi NFK yang bekerja sebagai Guru di salahsatu SMAN di Kabupaten Pandeglang itu.

Saya sangat mengenal MOS. Saya mengkonfirmasi kepada MOS mengenai kebenaran tentang laporannya ke Polres Pandeglang, terutama tentang rencana Polres Pandeglang mengundang NFK pada hari Selasa, 6 Desember 2022, terkait Permohonan Klarifikasi. MOS membenarkan telah membuat suatu laporan ke Polres Pandeglang namun isinya tidak persis sebagaimana yang diberitakan oleh beberapa Media.

MOS menyatakan dengan bersumpah bahwa dirinya tidak pernah melaporkan NFK ke Polres Pandeglang. Dia juga menyatakan sangat takzim kepada Guru2nya sejak SD hingga SLTA dulu. Dan MOS berjanji akan menghindarkan NFK dari posisi sebagai “Pihak Terkait” apabila NFK berkenan menyampaikan klarifikasi tentang adanya kegiatan Pod Cast itu. Yang telah dilaporkan oleh dirinya adalah dugaan “Pencurian Strum Listrik Sekolah” oleh pihak Penyelenggara Pod Cast itu

Nasib 176 Calon Pengawas yang Terkatung - Katung
Nasib 176 Calon Pengawas yang Terkatung – Katung (H. Achmad Jajuli)

Setelah cari informasi sana sini tentang Nomor Kontak NFK dan sempat berkomunikasi via WA dan telepon, akhirnya berkat bantuan dari seorang Cawas dari Kota Cilegon, saya bisa langsung bertemu dengan NFK pada hari Minggu Sore, 04 Desember 2022, di salah satu Rumah Makan di Pandeglang Kota.

NFK menceritakan Pod Cast yang dia lakukan bersama MediaBanten.Com pada sekitar bulan Oktober 2022, bertempat di Gedung Sekolah di mana dia bertugas. Hingga akhirnya menimbulkan berita yang kontroversial, bahkan viral.

Sebelum Pod Cast dilakukan, beberapa hari sebelumnya telah dilakukan wawancara oleh Yasril Chaniago (YC) wartawan dari suatu Media Nasional, dengan materi yang hampir sama.

NFK juga mengaku telah menolak Pod Cast dilakukan di suatu tempat umum di Pandeglang, dia lebih memilih di sekolah di tempatnya bekerja.

Pada bagian akhir pembicaraan NFK mengaku sangat kaget dan tidak menduga bahwa pembicaraannya di Pod Cast itu akan menjadi masalah. Dia juga menyampaikan Permohonan Maaf kepada pihak Pemprov Banten (khususnya kepada pihak PJ Gubernur, Disdikbud Banten dan BKD Banten) atas Pod Cast yang telah dilakukannya tempo hari itu.

Ia juga mengaku telah diminta klarifikasi oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten dan pihak BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Banten.

 

Pro Kontra soal NFK

Team Redaksi

Indonesia jurnalis.com 20240701 090538

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

" Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini "