Pemda Subang Diminta Turun Tangan Wisata Pantai Kalapa Patimban Minim Alat Keselamatan

IMG 20220329 WA0207
Subang – Pemda Subang Diminta Turun Tangan
Wisata Pantai Kalapa Patimban Minim Alat Keselamatan, karena ombak yang besar dan tanpa pengawasan.

Tempat wisata Pantai Patimban Pusaka Negara Subang, Jawa Barat.

Pengelolaan tempat wisata Pantai Kelapa Patimban Pusaka Negara Subang Jawa Barat yang cukup ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun dari daerah lain seperti Jakarta, dinilai pelayanannya masih kurang baik. Para pengunjung yang masuk ke tempat wisata ini diwajibkan bayar karcis sebesar Rp 10.000 per orang, sementara alat keselamatan untuk berenang tidak tersedia.Objek wisata ini tampak dijaga oleh beberapa anak muda dan memungut bayaran karcis kepada para pengunjung, begitu juga sejumlah gubuk atau berupa saung yang ada di pantai juga dijaga oleh anak muda warga sekitar pantai.

Pemda Subang Diminta Turun Tangan Wisata Pantai Kalapa Patimban Minim Alat Keselamatan
Wisata Pantai Kalapa Patimban Minim Alat Keselamatan

 Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Yuyun Yuliana mengaku senang mengunjungi obyek pantai Kelapa Patimbang Pusaka Negara Subang. Namun dia mengaku kecewa kepada pengelola tempat wisata ini yang tidak menjalankan protokol kesehatan kepada para pengunjung pantai. Kemudian alat-alat keselamatan untuk para pengunjung yang akan berenang ke air laut pinggir pantai tidak ada.

“Anak-anak maupun orang tua senang menuju air laut pinggiran pantai untuk berenang. Tidak ada baju renang diberikan oleh pengelola wisata. Kita sebagai orang tua menjadi cemas jika anak minta berenang dan takut kegulung ombak air laut,” tutur Yuyun, Minggu (27/3/2022) kemarin.

Yuyun berharap agar Pemda Subang berperan aktif dalam pengelolaan wisata Pantai Kelapa Patimban Pusaka Negara. Pengelolaan tempat wisata ini tidak bisa lepas dari peran aktif dan tanggungjawab dari Pemda Subang maupun oleh instansi terkait lainya.

“Jangan biarkan wisata pantai ini dikelola sendiri oleh para pemuda atau ormas tertentu. Jika Bupati Subang bersama Camat, Lurah dan unsur terkait tidak terlibat aktif dalam pengelolaan tempat wisata pantai ini sebaiknya ditutup saja. Keselamatan masyarakat pengunjung wisata pantai adalah hal yang paling utama. Jika dikelola Pemda dengan baik, tentunya juga akan memberikan nilai positif bagi pembangunan wisata pantai Subang yang tentunya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.