Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Desak Bubarkan Koperasi TKBM yang ilegal

Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Desak Bubarkan Koperasi TKBM yang ilegal
Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Desak Bubarkan Koperasi TKBM yang ilegal
Jakarta Utara – Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Desak Koperasi TKBM yang ilegal dan bermuatan pungli ,usut tuntas praktek mafia yang terjadi di pelabuhan Marunda dan monopoli.

Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Marunda sebanyak 500 orang yang dipimpin oleh Bapak Rasidi selaku Ketua Perhimpunan Buruh Masyarakat Marunda adakan aksi unjuk rasa di jalan Marunda,Pos 4 KBN Marunda,pukul.14:00 wib – sampai dengan selesai.Jum’at(18-3-2022

Kami dari “Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Marunda” Akhirnya harus turun ke jalan,Menyampaikan Aspirasi.Dikarenakan di duga adanya penyimpangan dalam tata kelola dan praktek koperasi yang ada di pelabuhan Marunda.Perlu diketahui,Bahwasanya koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan bersama dan demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan dari,oleh untuk anggota.

Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Desak Bubarkan Koperasi TKBM yang ilegal
Perhimpunan Buruh TKBM Pelabuhan Desak Bubarkan Koperasi TKBM yang ilegal

 

Namun yang terlihat saat ini di duga koperasi TKBM sesuai dengan fungsinya.Hal ini dapat dilihat dengan perlakuan yang di terima oleh para pekerja bongkar muat di pelabuhan Marunda.Dinana mereka belum mendapatkan Upah sesuai dengan regulasi KEMENHUB No.35/2007 tentang pedoman perhitungan tarif pelayanan Jasa Bongkar Muat Barang dari dan ke kapal di pelabuhan.Sangat miris upah yang mereka dapatkan sangat jauh dari apa yang sudah diatur dalam regulasi.Serta maraknya Pungutan Liar(Pungli) dan usaha – usaha milik pribadi yang tidak memiliki ijin dari Otoritas Pelabuhan.

Follow my YouTube

https://youtu.be/1kECBVQ3zcI

Team Redaksi

IMG 20240612 150626

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

" Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini "