Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional

Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional
Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional
JAKARTA – Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional, dengan yang mengingat sejarah serta menghargai perjuangan para pahlawan.

 

Terlepas dari saya sebagai pengagum beliau,sebagai seorang warga negara Indonesia yang baik, yang mengingat sejarah serta menghargai perjuangan para pahlawan. maka saya fikir wajar ketika dalam tulisan saya kali ini Presiden Soeharto saya bahas dan karena bertepatan dengan menyambut hari pahlawan maka tidak salah jika saya persembahkan tulisan ini untuk beliau PRESIDEN SOEHARTO.

 

Seperti yang kita tahu bersama bahwa pada persoalan penganugerahan gelar pahlawan nasional terhadap Presiden Soeharto menuai banyak polemik,banyak pendapat terkait beliau soal kepantasan memikul gelar pahlawan nasional tersebut

 

Contoh nya : Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie mengatakan, gelar pahlawan nasional tidak diberikan kepada Soeharto maupun Gus Dur karena keduanya belum terlalu lama meninggal dunia. “Alasannya masih sama, karena ini kuburannya masih basah, belum kering,” kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan (8/11/2019)

 

Jika argumentasi nya soal KUBURAN MASIH BASAH DAN BELUM KERING itu tidak masuk akal.

Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional
Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional

karena : Dalam Pasal 25 UU 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan menyebutkan syarat umum seseorang untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional yakni:

 

a. WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI;

b. memiliki integritas moral dan keteladanan;

c. berjasa terhadap bangsa dan negara;

d. berkelakuan baik;

e. setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara; dan

f. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.

 

Berdasarkan UUD di atas maka harus nya Presiden Soeharto sudah bisa di anugerahi gelar pahlawan nasional.

 

32 tahun Presiden Soeharto memimpin negara ini mustahil tidak ada hal yang di tinggalkan untuk Indonesia,Bohong jika kemudian ada yang berkata bahwa KITA TIDAK MERASAKAN DAMPAK DARI 32 TAHUN KEPEMIMPINAN BELIAU,

lantas gelar BAPAK PEMBANGUNAN itu kenapa di sematkan kepada beliau..?

Silahkan cek jejak digital beliau soal program kerja beliau untuk Indonesia di masa pemerintahan beliau.

Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional
Presiden Soeharto dan ironi gelar pahlawan nasional

Masing-masing dari kita berhak untuk berpendapat dan saya tidak bisa membatasi hak teman-teman sebangsa untuk berpendapat,namun kita harus objektif melihat pak Soeharto serta apa yang di wariskan untuk kita pada saat ini.

 

Negara perlu melihat dan memikirkan sosok seorang Soeharto bukan hanya soal Kontroversi tapi soal Jasa beliau untuk Nusantara yang kita cintai ini.Maka dari itu Negara harus nya menyematkan GELAR PAHLAWAN NASIONAL KEPADA PRESIDEN KE-2 PRESIDEN SOEHARTO

 

dalam tulisan singkat ini, saya berharap kepada ketua MPR,DPR DAN PRESIDEN untuk mempertimbangkan nama Presiden ke-2 Republik Indonesia Pak Soeharto untuk di beri Gelar Pahlawan,bukan untuk beliau yang sudah menyatu dengan tanah tapi untuk Rasa syukur dan Terimakasih kita terhadap beliau.

Oleh : Tengku Zanzabellaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *