Putra- Putri Indonesia Bersama Solidaritas Aksi Masyarakat Militan Anti Radikalisme Indonesia (SAMMARI) Siap Ganyang Intoleransi dan Radikalisme

IMG 20220128 WA0311

Jakarta ,INJ.Com

Saat ini bangsa kita dipaksa menghadapi polarisasi tajam dalam keBhinekaannya. Sehingga bangsa ini dikoyak-koyak demi kepentingan ambisi politik sesaat. Menyikapi munculnya Intoleransi dan Radikalisme yang semakin masif maka kita kaum Nasionalis harus bersatu untuk tetap setia menjaga Kedaulatan dan Persatuan NKRI. Sehingga paham Intoleransi dan Radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila tidak mendapat tempat di negara ini.

Untuk mengantisipasi dan melakukan perlawanan terhadap Intoleransi dan Radikalisme kami Kaum Nasionalis akan mengambil sikap Tegas untuk Melawan Kelompok-kelompok yang Anti Pancasila , UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika. Benteng Putra – Putri Indonesia (BPPRI) selaku inisiator penggerak aksi menyuarakan perlawanan kepada kaum Intoleransi dan Radikalisme pada hari Kamis, tanggal 27 Januari 2022 di Taman Pandang, Jakarta. Aksi ini merupakan gabungan beberapa organisasi masyarakat (Ormas) yang cinta terhadap NKRI seperti Rumah Pancasila (RP), Setya Kita Pancasila (SKP), Garda Militan NKRI, Gerakan Peduli Indonesia (GERPIN), Jaga NKRI, Emak-Emak Ganjar Pranowo (EGP) dan ormas lainnya, serta didukung penuh oleh kawan-kawan Nasionalis yang menamakan diri Solidaritas Aksi Masyarakat Militan Anti Radikalisme dan Intoleran (SAMMARI). Kita tahu sebelumnya SAMMARI sudah mengadakan deklarasi di kota Bandung dan Tasik Malaya.

Menurut Frangky Lucas Manuhutu selaku Penanggung jawab aksi mengatakan alasan kenapa mengadakan aksi di Kementerian BUMN karena isu yang beredar diduga Kementerian BUMN banyak memiliki pejabat yang berpaham Intoleransi, selain itu Frangky pun menjelaskan bahwa aksi ini merupakan resonansi dari apa yang sudah SAMMARI lakukan di beberapa kota dalam melawan Intoleransi dan Radikalisme. Dalam aksi ini ada beberapa tuntuntan kami yaitu :

  1. Meminta Pemerintah untuk bersikap Tegas dalam menyikapi Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia.
  2. Pemerintah harus berani memecat para pejabat yang terpapar paham Intoleransi dan Radikalisme tanpa terkecuali.
  3. Pemerintah harus membubarkan Partai (PKS) karena jelas berafiliasi dengan paham Intoleransi dan Radikalisme seperti NII. HTI.
  4. Tinjau ulang SKB 3 Menteri.
  5. Tangkap dan Adili Edy Mulyadi atas penghinaan terhadap Kalimantan.

Selain 5 point tersebut Kami pun mendukung penuh Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikal dan Intoleran (ALMAGARI), dalam upaya membendung paham Radikalisme di Kabupaten Garut. Serta dukungan atas sikap Polda Jabar, yang telah menegakkan proses hukum dengan tegas kepada Bahar Smith.

Dalam aksi ini hadir seorang Aktor senior Sandy Tumiwa yang juga merupakan Humas dari Ormas Setya Kita Pancasila (SKP), dalam orasinya yang penuh semangat Sandy mengatakan ” Ketika tanah air kita dihina, dihujat maka terpanggil hatinya sebagai anak bangsa untuk membela NKRI, karena menurutnya kita adalah salah satu elemen yang mendukung semua itu. Kita harus bersatu terlepas dari organisasi apapun itu, terlepas siapa pun kita kini saatnya kita menyatu untuk membela negeri tercinta ini” pungkasnya

Noviana selaku SekJen Rumah Pancasila mengatakan Bahwa Ideologi negara kita adalah Pancasila, sangat menekankan terciptanya kerukunan antarumat beragama. Indonesia bahkan menjadi contoh bagi bangsa-bangsa di dunia dalam hal keberhasilan mengelola keragaman budaya dan agamanya. Sebagai negara yang plural dan multikultural, konflik berlatar agama sangat potensial terjadi di Indonesia. Sehingga kehadiran paham – paham Intoleransi dan Radikalisme ini jelas sangat bertentangan dengan marwah Pancasila maka dari itu kita sebagai anak bangsa harus mampu BERSATU untuk selalu setia menjaga NKRI dari segala bentuk paham apapun itu yang bertentangan dengan Pancasila. Kami siap “Ganyang Intoleransi dan Radikalisme”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.