Dengan Berjoget Tiktok di Facebook Sri Purwanti Pancing Kapolri Agar Perhatikan Kasusnya

IMG 20220106 WA0003

Jakarta,INJ.Com

Sri Purwanti Ningsih dengan account facebook NI Wayan Arlivito Ganesri yang viral muncul di publik melalui Tik-Tok mewarnai group-group facebook dengan berjoged erotis dengan tujuannya agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperhatikan kasus yang tak kunjung selesai di Polresta Bekasi Kota yang sudah dilaporkan sejak tahun 2015 silam.

Penantian panjang Sri Purwanti Ningsih istri dari seorang anggota Polri yang telah meninggal dunia karena sakit Aiptu I Made Ganefo NRP 64 Lido 6 Sukabumi akhirnya membuahkan hasil.

“Saya masih waras sampai hari ini, mengapa saya melakukan tarian berjoged bagaikan orang gila karena saya mengalami percobaan pembunuhan bersama anak saya tapi orang yang merencanakan pembunuhan tersebut masih be based hingga saat ini.” kata Sri Purwanti saat dikonfimasi awak media Rabu, (5/1/2021) di Gedung TNCC Mabes Polri.

“Awalnya anak nomer 3 sakit di tahun 2014 dan saya mengadaikan sertifikat rumah pada rentenir dan mendapatkan pinjaman 50 juta dengan po
menerima uang pinjaman hanya 38 juta ,saat hendak menebus total pinjaman saya menjadi 390 Juta.” tegasnya.

“Pihak S sebagai rentenir malah hendak menguasai rumah milik saya dengan terror mengirim preman hingga kami mengalami percobaan pembunuhan pada 5 September 2016 dengan modus sebagai calon pembeli rumah.” paparnya.

“Yang janggal adalah keputusan menghentikan Surat Ketetapan Nomor:S.Tap/442/I/2021 tentang penyidikan terhadap Laporan Polisi Nomor:LP/B/1884/IX/2016/SPKT/Resta Bekasi Kota a/n pelapor Sri Purwati Ningsih terhitung mulai tanggal 26 Januari 2021 atas Terlapor Arman dkk.” kata Yaumil Akbar Penasehat Hukum korban.

Sri Purwanti memaparkan telah memberikan keterangan pada penyidik Biro Divpropam unit 1 Den A di lantai 7 Gedung TNCC Mabes Polri dan 4 kasus yang di SP3 tersebut akan segera dibuka kembali dan akan ditindak lanjuti.

Lanjut Sri menjabarkan saya dan kuasa hukum akan terus memperjuangkan keadilan yang menimpanya terkait 4 kasus yang dilaporkan yang kunjung selesai hingga sudah 7 tahun lamanya.

“Karena saya sudah merasakan selama 7 tahun bagaimana sakitnya tidak mendapatkan keadilan oleh sebab itu saya melakukan tarian erotis untuk menarik perhatian awak media dan nitizen yang mau peduli terhadap nasib rakyat yang sedang be
memperjuangkan hak sebagai warga negara yang terzolimi demi tegaknya kebenaran dan keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. ” pungkasnya. (Tim Media/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.