Tak Mampu Serap Tenaga Kerja, LaNyalla Kritik Hilirisasi Industri dengan Tenaga Robot dan Asing

Tak Mampu Serap Tenaga Kerja, LaNyalla Kritik Hilirisasi Industri dengan Tenaga Robot dan Asing
Tak Mampu Serap Tenaga Kerja, LaNyalla Kritik Hilirisasi Industri dengan Tenaga Robot dan Asing
Tak Mampu Serap Tenaga Kerja, LaNyalla Kritik Hilirisasi Industri dengan Tenaga Robot dan Asing, “Tentu kita menyayangkan tenaga robot menggeser kedudukan tenaga kerja manusia dengan alasan target produktivitas.
JAKARTA – Hilirisasi industri yang merupakan target pemerintah ternyata tak mampu secara maksimal menyerap tenaga kerja lokal. Pasalnya, robot juga digunakan untuk mengganti peran manusia. Selain tentu tenaga kerja asing.

Hal ini mendapat sorotan tajam Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

“Tentu kita menyayangkan tenaga robot menggeser kedudukan tenaga kerja manusia dengan alasan target produktivitas. Padahal, inti dari hilirisasi industri adalah menyerap tenaga kerja lokal semaksimal mungkin,” tutur LaNyalla, Kamis (26/1/2023).

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, kebijakan yang mendorong hilirisasi energi menjadi skala prioritas perlu mempertimbangkan beberapa hal yang sifatnya substantif.

Salah satunya, seberapa besar mampu menyerap tenaga kerja lokal yang berimplikasi pada penekanan angka pengangguran dan kemiskinan.

Tak Mampu Serap Tenaga Kerja, LaNyalla Kritik Hilirisasi Industri dengan Tenaga Robot dan Asing
Tak Mampu Serap Tenaga Kerja, LaNyalla Kritik Hilirisasi Industri dengan Tenaga Robot dan Asing

LaNyalla mengingatkan, meskipun hal ini
merupakan sebuah pilihan, tetapi hal yang harus menjadi perhatian adalah
kedaulatan industri.

“Jika industri energinya ada di Indonesia, sedangkan pemilik modalnya negara asing, tenaga ahlinya orang asing dan menggunakan teknologi robot yang diciptakan negara asing, maka apa yang menjadi target capaian Indonesia terkait dengan hilirisasi industri energi?” tanya LaNyalla.

Team Redaksi

IMG 20240612 150626

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

" Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini "