Taliban Dan Afghanistan, Taliban Berjanji Akan Mensejahterakan Rakyatnya

Polish 20220512 011137369
Jakarta –  Taliban Dan Afghanistan, Taliban berjanji akan Mensejahterakan Rakyatnya Dan Membawa Negara Ke Arah Kemakmuran.

Taliban dan Afghanistan telah sepakat untuk yang kedua kalinya mereka berjanji akan memberikan banyak kebebasan untuk wanita Afghanistan, Taliban bahkan membangun propaganda ketika mereka masuk ke desa-desa mereka, datang dengan damai membawa misi agama untuk mensejahterakan rakyat Afghanistan yang banyak berada di garis kemiskinan, dan berjanji untuk membawa negara mereka kearah kemakmuran Dengan Panji syariat Islam.

Masyarakat Afghanistan sebenarnya sudah curiga karena mereka pernah mengalami masa saat Taliban berkuasa pada tahun 1998, Pada masa itu Taliban menguasai hampir 90% wilayah Afghanistan, sesudah mereka berhasil menggulingkan rezim presiden Burhanuddin Rabbani salah satu pendiri mujahidin Afghanistan yang menentang pendudukan di Uni Soviet, masyarakat Afganistan pada waktu itu menyambut Taliban dengan senang hati karena mereka sudah lelah dengan perang antar Mujahidin sesudah Uni Soviet kalah.

Taliban Dengan Panji syariat Islamnya berjanji akan memberantas korupsi dan menjaga wilayah untuk perdagangan, karena janji manis Taliban masyarakat ikut membantu Taliban untuk menguasai Afghanistan, warga Afghanistan berharap untuk hidup di bawah surga pemerintahan dengan syariat Islam yang dijanjikan oleh Taliban yang pada waktu itu terdengar begitu indah dan agamis.

Taliban Dan Afghanistan, Taliban melarang mendengarkan musik, Film dan Wanita wajib memakai jilbab sampai mata kaki

Tapi janji itu tidak ditepati, sesudah Taliban berkuasa maka menerapkan peraturan syariat Islam, Laki-laki harus memanjangkan jenggot nya karena itu sunnah, para perempuan juga wajib memakai Jilbab  atau pakaian yang menutup seluruh badan dari atas kepala sampai mata kaki, bukan itu saja , musik dilarang, TV dan bioskop juga dilarang. Anak perempuan di atas usia 10 tahun tidak boleh mengenyam pendidikan harus di rumah dan menjadi budak suaminya. Hal ini terjadi pada kasus Aisyah seorang wanita yang dipotong hidup kupingnya dan ditinggalkan supaya mati kehabisan darah, tapi berhasil diselamatkan oleh Medis internasional.Foto Aisyah tanpa hidung dan telinganya terpampang di cover majalah TIME untuk mengingatkan dunia terhadap kekejaman Taliban.

Dalam penerapan syariat Islam Taliban juga mengeksekusi mati dan menaruhnya di gedung tinggi dengan di gantung lehernya, dan mereka dipaksa melompat ke bawah. Mereka juga merajam atau melempar batu beramai-ramai sampai mati orang yang dituduh sudah berzina. Mereka juga menindas kaum minoritas dan menghancurkan patung Buddha karena sudah dianggap Syirik.

Kekejaman Taliban itu timbul perlawanan dari militer Afghanistan yang kemudian berhasil mengusir Taliban di tahun 2013, tapi tiba-tiba setelah mereka melakukan perang gerilya di desa-desa mereka kembali melakukan propaganda bawah syariat Islam.

Sayangnya rakyat Afghanistan mereka membiarkan Taliban tumbuh besar hanya karena pemahaman bahwa ormas seperti Taliban itu punya hak untuk ada di Afghanistan, itu Kesalahan terbesar rakyat Afghanistan, sehingga Taliban benar-benar menjadi besar karena mereka diabaikan. Dan pada tahun 2021 akhirnya pemerintahan Afghanistan menyerah kepada Taliban apalagi sesudah pasukan Amerika yang selama ini melindungi mereka pulang kampung karena kehabisan amunisi. Taliban pun kembali berkuasa di Afghanistan.

Sejak saat itu yang menarik di sini, awal pemerintahan Taliban di Afghanistan kembali berjanji ke dunia internasional bahwa mereka akan melindungi wanita dan anak-anak di bawah Panji syariat Islam .

Hubungan Taliban Dan Afghanistan hal ini tentu menjadi pelajaran Demokrasi yang ada di Indonesia, ketika kelompok Radikal yang mengatas namakan Ormas  Organisasi masyarakat di berikan kebebasan dengan membawa jargon  Agama demo di jalan meminta pemerintah supaya negara ini menganut konsep Khilafah tanpa di sadari jika jika Radikalisme berkuasa  wanita yang tadinya mendukung mereka  mereka akan injak-injak haknya, jika Syariat Islam diterapkan di Indonesia. Dengan berbagai rayuan  hembusan surga yang dibawa oleh para pedagang Agama hanya untuk meraih kekuasaan kelompok dan golongan mereka saja.

Begitulah dengan apa yang akan terjadi di negeri ini ketika para pemuja Khilafah itu berkuasa kelak, mulut manis mereka untuk semua baik ketika mereka belum berkuasa.

korban terbesar ketika kelompok Radikal dan ekstrimis berkedok agama berkuasa di Indonesia tentulah wanita dan anak perempuan mereka akan dihabisi haknya untuk mendapatkan pendidikan.karena kaum wanita itu tidak boleh setara dengan laki -laki.

Baca juga : Kesaksian Mantan Panglima NII (Negara Islam Indonesia)

Taliban kembali berjanji ke dunia internasional bahwa mereka akan melindungi wanita dan anak-anak di bawah Panji syariat Islam, mereka berjanji akan berubah, itulah yang di ucapkan pada saat berkunjung ke Indonesia bertemu Jusuf Kalla, supaya disampaikan ke rakyat Indonesia.

Taliban Dan Afghanistan, Taliban Akan Mensejahterakan Rakyatnya
Taliban Dan Afghanistan , Taliban Minoritas akan di tindas anak – anak dan perempuan akan di batasi pendidikannya.

Pada akhirnya minoritas akan ditindas dan semua patung sejarah akan dihancurkan karena dianggap Syirik dan menyesatkan. Jangan pernah beri ruang pada kelompok garis keras.Biarlah Indonesia menjadi Indonesia dengan keragamannya dengan budayanya yang bukan budaya Arab jahiliyah.

Penulis NK

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.