Total Politik Menyelenggarakan Diskusi Safari 24

Total Politik Menyelenggarakan Diskusi Safari 24
Total Politik Menyelenggarakan Diskusi Safari 24
JAKARTA – Total Politik Menyelenggarakan Diskusi Safari 24 Dengan Tema ” Bangkit Dari Kubur Jokowi 3 Periode”

 

Setelah sempat terkubur, wacana Presiden Joko Widodo 3 periode berdengung kembali. Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi di talk show Total Politik beberapa waktu lalu menyatakan kemungkinan untuk Jokowi meneruskan masa jabatannya tetap ada. Pernyataan itu disampaikan Budi Arie di tengah konstelasi politik jelang 2024 yang justru semakin menghangat. Ada apa di balik bangkit dari kubur wacana 3 periode?

 

Untuk membahas hal tersebut, Total Politik menyelenggarakan diskusi #Safari24 dengan tema *”Bangkit Dari Kubur Jokowi 3 Periode”. Bertempat di Dualitas Coffee, Jl. Prof. DR. Soepomo No. 13 RT 5 RW 1, Menteng Dalam, Tebet, Jaksel, Minggu (12/06/2022) Pukul: 14.30 – selesai

Sebagai Narasumber dalam Diskusi ini adalah :

• Panel Barus (Bendum Projo)

• Masinton Pasaribu (Politikus PDI Perjuangan)

• M. Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer)

Dengan Moderator: Budi Adiputro & Arie Putra.

Panel Barus ( Bendum Projo) menceritakan gagasan ini muncul melihat realitas di lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat, dan jangan pernah lupa pada tahun 2013 ketika pertama kali Projo menyebut Pak Jokowi sebagai calon presiden,

 

Pada waktu itu PDI Perjuangan suasana kebatinan ibu mega masih mendukung. Melalui PDI Perjuangan DKI Jakarta, Budi Ali Setiadi pada waktu itu menyebut nama pak Jokowi sebagai calon presiden namun akhirnya Bu Mega ya mengkaji ya mendengarkan masukan pendapat diusulkan bahwa jalan yang terbaik adalah memajukan Pak Jokowi sebagai calon presiden pada akhirnya bumi Megawati ketuk Palu mendukung ibu dan mendukung Jokowi perjuangan mengusung Pak Jokowi, “ujarnya.

 

Sementara itu M. Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer) mengatakan sebetulnya gagasan ini sudah bibaca. Paling tidak mungkin dari semua pasangan dua-duanya sama sama-sama papan atas bedanya tipis-tipis sama-sama berpeluang untuk menang jadi calon presiden apa mau anda jadi wakilnya Ganjar jadi calon jadi calon wakil gubernur saja di Jakarta nggak mau harusnya calon gubernur DKI Jakarta tahun 2012 itu namanya sandiaga Uno akhirnya sandiaga jadi wakil calon gubernurnya adalah Apakah Ganjar mau jadi wakilnya Anis?.

 

Saya rasa tidak mau juga kalau menurut saya ganjar sudah keluar dari PDI P sebetulnya itu pertanyaan retoris dari Bang Surya waktu beliau mengeluarkan nama-nama itu. Pasangan yang diajukan oleh poros Gondangdia dan ini lebih masuk di akal saya sebut namanya Prabowo kenapa Prabowo Erik Prabowo punya Gerindra kalau koalisi dengan Nasdem udah cukup lebih dari 20%., “tuturnya.

Total Politik Menyelenggarakan Diskusi Safari 24
Masinton Pasaribu (Politikus PDI Perjuangan)

Masinton Pasaribu (Politikus PDI Perjuangan) mengatakan relawan Jokowi ini jangan dilihat sebagai hanya sebagai engine pemenangan di ujung jangan tapi relawan Jokowi ini juga terus terang bisa memiliki apa ya bisa membantu para calon ini untuk meningkatkan elektabilitas itu yang terjadi di Pak Jokowi di 2013 karena suburnya ya karena banyaknya mereknya secara sporadik dukungan relawan terhadap Jokowi itulah yang kemudian ditangkap oleh partai politik ya akhirnya pak Jokowi di calonkan Nah itu juga bisa digunakan hari ini jadi saya dan amanat reformasi demokrasi tahun 97 dan 98 itu Nah maka ini harus Kita Lawan setiap periodenya harus dilawan.

 

“Kawan-kawan mahasiswa anak-anak muda luangkan waktu sejenak tinggalkan buku tinggalkan pulpen tinggalkan anak-anak muda yang di dalam gang tinggalkan sejenak turun ke jalan dan berikan kendaraan sejenak kita bunyikan klakson menolak kekuasaan tidak ada kekuasaan yang semena-mena di dalam Reformasi dan demokrasi ini kita harus memberikan kepastian terhadap generasi kita yang akan datang dalam mengelola negara.

 

Kalau sekarang kita Iya kan tidak periode apa ada jaminan bahwa periode berikan kepastian maka di situlah kita harus memberikan kepastian buat generasi kita yang akan datang baik generasi hari ini dan generasi yang akan datang penuhi jalanan kalau itu memang agenda yang ingin dipaksakan sudah jelas rambu-rambu itu kalau ada datang dari dalam kekuasaan kalau itu dikemas dalam bentuk aspirasi itu bukan aspirasi itu Tirani, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.