Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat

Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat
Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat
Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat, Dialog interaktif ini bertemakan “Refleksi Pembangunan Kalbar dan Strategi Menghadapi Tantangan Global dalam Pembangunan Ekonomi Hijau”
JAKARTA – TNI AL, Lantamal XII,- Wakil Komandan Lantamal XII Pontianak Kolonel Marinir Budiarso, S.E., mewakili Danlantamal XII Laksamana Pertama TNI Dr. Suharto, S.H., M.Si (Han) menghadiri acara dialog interaktif bersama Gubernur Kalimantan Barat, bertempat di Aula Garuda Gedung Pelayanan Terpadu Kantor Gubernur Provinsi Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis, (09/02/2023).

Dialog interaktif ini bertemakan “Refleksi Pembangunan Kalbar dan Strategi Menghadapi Tantangan Global dalam Pembangunan Ekonomi Hijau” diikuti oleh peserta dialog sekitar 100 orang.

 

Diantara peserta yang hadir selain Gubernur Provinsi Kalbar H. Sutarmidji, S.H., M.Hum, Asrena Kasdam XII/Tpr Kolonel Kav Dino Martino, S.IP., M.H.I., mewakili Pangdam XII/Tpr, Kasubdit 1 Indak Ditreskrimsus Polda Kalbar Kompol Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Kalbar, Danlantamal XII diwakili oleh Wadan Lantamal XII Kolonel Mar Budiarso, S.E., Danlanud Supadio diwakili Kadisops Lanud Supadio Kolonel Pnb Supriyanto, Perwakilan dari Pengadilan Tinggi Provinsi Kalimantan Barat Bambang Kristiawan, Kepala BPSDM Provinsi Kalbar Suprianus Herman, S.H., Kepala Bappeda Provinsi Kalbar Ir. Sukaliman, M.T., Perwakilan Bupati dan Walikota se-Kalimantan Barat dan peserta lainnya.

Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat
Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat

Gubernur Provinsi Kalbar dalam sambutannya menyampaikan, “Pembangunan yang bertumpu pada sumber daya alam dan lingkungan seyogyanya dilaksanakan sesuai dengan kaidah pengelolaan yang baik dan memperhatikan daya dukung lingkungan agar aset pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat ini maupun masa yang akan datang,” ucap Sutarmidji.

 

“Selain itu, pembangunan tidak dapat hanya memprioritaskan kepentingan sesaat dalam periode tertentu saja, melainkan juga harus mempertimbangkan dampak pembangunan terhadap lingkungan dan sosial untuk kepentingan masyarakat dimasa yang akan datang. Pemahaman ini memunculkan konsep pembangunan yang dikenal sebagai pembangunan berkelanjutan.

Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat
Wadan Lantamal XII Hadiri Dialog Interaktif Bersama Gubernur Kalimantan Barat

Pembangunan berkelanjutan berpijak pada tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang dalam pelaksanaannya dapat lebih luas karena mencakup juga pilar kelembagaan yang berupa tata kelola pembangunan,” lanjutnya.

 

“Konsep pembangunan berkelanjutan di tingkat global telah dicanangkan sejak tahun 1987 oleh The World Commission on Environmentband Development dalam dokumen laporan yang dikenal sebagai “Brundtland Report”.

Konsep tersebut terus berkembang dan diterima untuk diimplementasikan sejak “Earth Summit” pada tahun 1992 di Rio de Janeiro.

Perjalanan waktu yang cukup panjang, lebih 20 tahun, sejak Earth Summit tersebut mendorong banyak pihak untuk mengkaji dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan tersebut, apakah telah sesuai

Team Redaksi

IMG 20240612 150626

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

" Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini "