Bagi Tata, bekerja sama dengan Iko Uwais merupakan impian yang akhirnya terwujud. Ia mengaku banyak belajar dari sosok yang dikenal sebagai maestro film laga Indonesia tersebut, terutama dalam penggarapan adegan pertarungan.
“Yang menarik di film ini adalah bagaimana kamera seolah ikut berantem. Itu sesuatu yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Tradisi di Uwais Pictures adalah semua elemen harus bekerja untuk mendukung koreografi pertarungan agar terasa nyata, termasuk pergerakan kamera,” ujar Sidharta Tata.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi hal yang sangat berkesan selama proses produksi. “Menurut saya ini luar biasa. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Dan lewat final trailer, penonton sudah bisa melihat bagaimana dinamisnya adegan fighting di film ini,” pungkasnya.*
(Redaksi)




