Dalam kesempatan itu, Pande berharap pemerintah dapat lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat sipil untuk terus menjaga solidaritas dan aktif menyuarakan berbagai persoalan publik melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.
“Harapannya pemerintah mau mendengar suara masyarakat dan melakukan berbagai perbaikan. Kesadaran politik perlu terus dibangun agar masyarakat bergerak bersama mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga upaya memperkuat semangat persatuan lintas generasi serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman.
“Diskusi ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan, dan memastikan kebijakan publik tetap berpihak kepada rakyat serta sesuai amanat konstitusi,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, para pembicara sepakat bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau dasar negara semata, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila dinilai perlu menjadi landasan moral dan konstitusional dalam menilai berbagai kebijakan negara.
Selain itu, para peserta juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dalam menjaga kualitas demokrasi. Demokrasi yang sehat, menurut mereka, membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan kebijakan publik.
Melalui forum lintas generasi ini, Tim Wali Kemang berharap dapat melahirkan berbagai gagasan konstruktif yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mempertegas posisi Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan kekinian.*
(Ls)




