Pernyataan “Mati Syahid” Dipersoalkan, Jubir Jusuf Kalla Minta Publik Pahami Konteks Ceramah

Pernyataan “Mati Syahid” Dipersoalkan, Jubir Jusuf Kalla Minta Publik Pahami Konteks Ceramah
Pernyataan “Mati Syahid” Dipersoalkan, Jubir Jusuf Kalla Minta Publik Pahami Konteks Ceramah. (Photo istimewa)

Uceng menambahkan, konflik Poso dan Ambon yang bernuansa SARA memang sulit dihentikan dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Di Poso tercatat sekitar 2.000 orang tewas, sementara di Ambon mencapai 5.000 korban meninggal dunia.

Dalam ceramah tersebut, lanjutnya, JK justru menekankan bahwa pemahaman seperti itu harus diluruskan karena tidak sesuai dengan ajaran agama.

“Untuk mengatasinya, kata Pak JK di depan jamaah Masjid UGM, pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan. Karena keduanya telah melakukan kekeliruan,” katanya.

“Maka Pak JK mengatakan anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh bukan masuk surga. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian,” tambahnya.

Uceng menegaskan bahwa pernyataan JK bukan merupakan opini pribadi, melainkan gambaran kondisi nyata yang terjadi saat konflik, sekaligus bagian dari pendekatan untuk meredam pertikaian.

“Jadi apa yang disampaikan Pak JK bukan pendapat pribadi tetapi realitas sosial saat itu yang berkembang di antara mereka yang saling berkonflik,” katanya.

“Inilah yang disampaikan Pak JK sebagai lesson learned. Mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik,” pungkasnya.*

(Red/NK)

Redaksi
Author: Redaksi

Baca Juga  Kapal KN SAR Ramawijaya Terbakar di Galangan Muara Baru, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *