RUPST 2026 PT Central Omega Resources Tbk Ungkap Cadangan Nikel 93 Juta Ton dan Prospek Industri ke Depan

RUPST 2026 PT Central Omega Resources Tbk Ungkap Cadangan Nikel 93 Juta Ton dan Prospek Industri ke Depan
RUPST 2026 PT Central Omega Resources Tbk Ungkap Cadangan Nikel 93 Juta Ton dan Prospek Industri ke Depan

Meski produksi relatif stagnan, penjualan mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, penjualan mencapai sekitar 3 juta ton atau naik 16,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan batu kapur juga mengalami peningkatan, meski kontribusinya masih relatif kecil, sekitar 3 persen dari total pendapatan perusahaan.

Kinerja Keuangan

Dari sisi keuangan, COR mencatat peningkatan signifikan pada 2025 dibandingkan 2024. Pendapatan meningkat, sementara beban pokok penjualan berhasil ditekan melalui strategi peningkatan penjualan limonit yang memiliki biaya produksi lebih rendah dibandingkan saprolit.

“Dengan strategi tersebut, kami mampu menekan biaya produksi sehingga laba kotor hingga laba bersih mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Andi.

Proyeksi Produksi 2026

Untuk tahun 2026, perusahaan memproyeksikan produksi sebesar 1,93 juta metrik ton, sesuai dengan persetujuan RKAB dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun, saat ini baru satu entitas anak usaha yang telah memperoleh persetujuan resmi, sementara dua lainnya masih dalam proses evaluasi.

“Seluruh persyaratan sudah lengkap, tinggal menunggu proses evaluasi di Direktorat Jenderal Minerba yang saat ini cukup padat,” jelasnya.

Kebijakan Pemerintah dan Harga Nikel

Andi juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam mengatur produksi nikel nasional. Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mengatasi kelebihan pasokan (oversupply) yang terjadi pada 2025, yang berdampak pada penurunan harga nikel global.

“Pemerintah mengambil langkah cepat dan tegas dengan mengatur ulang produksi nikel. Ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga, mengingat Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut dinilai positif untuk menjaga keseimbangan pasar dan keberlanjutan industri nikel nasional.*

(Ls)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *