Sejak awal periode Angkutan Lebaran, ASDP telah mengantisipasi lonjakan trafik melalui strategi terukur di empat cabang utama—Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis dengan dukungan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus layanan. Selain itu, buffer zone diaktifkan dan personel diperkuat di titik-titik krusial pelabuhan.
Dampak Signifikan Stimulus
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tunggal yang disertai stimulus diskon memberikan dampak nyata. Hingga 31 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52 persen dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92 persen.
“Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan,” jelasnya.
Lebih jauh, digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi tulang punggung peningkatan layanan. Sistem reservasi yang terintegrasi mampu mengatur arus kendaraan dan penumpang lebih tertib, sekaligus menekan antrean selama periode padat.
Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang, meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 1.215.273 unit atau naik 8 persen dari 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ke depan, ASDP berkomitmen memperkuat kualitas layanan melalui inovasi berkelanjutan dan peningkatan standar operasional. Komitmen ini memastikan setiap perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan penuh kepastian—bahkan di tengah puncak mobilitas nasional.*
(Red/Humas ASDP)




