Dikesempatan yang sama Menteri Lingkungan Hidup turut menyampaikan sikap serupa. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di lokasi tersebut memang tidak seharusnya dilakukan. “Memang tidak sepatutnya tempat pengelolaan sampah ini dilakukan di depan rumah ibadah. Maka dari itu, tempat pengelolaan sampah tersebut akan ditutup sementara, sambil dilakukan pemeriksaan lanjutan terkait dengan perizinannya,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut Bapak Mentri pun juga sempat menanyakan apa yang diinginkan oleh warga, pada prinsipnya warga sekitar tetap menolak adanya pengelolaan sampah dalam bentuk apapun di lingkungan sekitar, dan menteri juga memberikan kesempatan untuk masyarakat memberikan aspirasi bahwa “untuk dibuatnya fasum dan fasos contohnya fasilitas olahraga”.
Dengan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencari solusi terbaik terkait masalah pengelolaan sampah di sekitar rumah ibadah, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi umat dari Vihara Siddharta dan juga masyarakat sekitar.
(Mio/RED)




