Aparat masih terus melakukan pendalaman terkait kemungkinan keterlibatan pihak lain serta jaringan kelompok pelaku.
Seorang tokoh masyarakat setempat turut membenarkan bahwa Pulan Wonda merupakan bagian dari kelompok bersenjata.
“Dia memang benar anggota OPM, dan selama ini tinggal di wilayah Mulia bersama masyarakat. Untuk anaknya, saat ini keluarga berencana membawanya,” ungkapnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penegakan hukum ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata.
“Penegakan hukum ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata. Kami memastikan setiap tindakan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kami terus mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terlibat dalam jaringan kekerasan. Keamanan yang kondusif hanya dapat terwujud melalui kerja sama semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan bahwa tindakan tegas tetap diimbangi dengan penanganan yang manusiawi.
“Saat ini pelaku tengah menjalani perawatan medis, dan proses hukum akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan di Papua serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai.*
(Pm/red)




