Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Jakarta adalah kota inklusif yang menjunjung tinggi keberagaman agama dan budaya.
“Jakarta sebagai kota majemuk harus menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh pemeluk agama. Mewujudkan suasana yang mendukung keberagaman adalah bagian dari upaya menjadi kota global yang beradab dan toleran,” ujar Gubernur Pramono.
Ia menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan melalui fasilitasi acara, dana hibah, serta ruang dialog antarumat beragama. “Kami ingin Jakarta dikenal bukan hanya sebagai kota yang menoleransi perbedaan, tapi juga merayakannya,” tegasnya.
Menjelang usia ke-500, Gubernur Pramono juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kedamaian dan saling menghormati dalam keberagaman. “Mari kita tunjukkan bahwa Jakarta adalah tuan rumah yang ramah, damai, dan inklusif bagi semua agama dan keyakinan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peringatan ini antara lain, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni, Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rajiv, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, serta para pemimpin komunitas lintas agama dan masyarakat umum.**
(Frans)




