“Kita sebagai generasi hari ini harus berusaha merealisasikannya. Kita mengetahui bahwa Universitas Nusantara terus menggagas dan mendorong pemikiran ini menjadi sebuah gerakan yang memiliki *impact* nyata terhadap perkembangan pemikiran dan realitas pembangunan bangsa. Harapan saya, pemikiran Pak Soemitro benar-benar dapat terealisasi untuk Indonesia,” lanjutnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Guru Besar Ekonomi Politik IPB, Prof. Didin S. Damanhuri, menegaskan bahwa pemikiran Soemitro Djojohadikusumo masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi global saat ini.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan keberanian untuk membangun sistem ekonomi yang berdaulat, berkeadilan, serta tidak bergantung pada kekuatan ekonomi asing.
Ia menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud apabila bangsa ini hanya menjadi pasar bagi kepentingan global. Oleh karena itu, diperlukan keberpihakan nyata melalui regulasi yang mampu memperkuat industri nasional, melindungi sumber daya strategis, serta memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
Peluncuran buku dan simposium nasional ini diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kemandirian ekonomi nasional sebagaimana dicita-citakan oleh Prof. Soemitro Djojohadikusumo, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan ekonomi yang berpihak pada kepentingan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.*
(Poni)
(Editor NK)




