“Pesan Bapak Presiden jelas, perayaan Natal harus sederhana, berdampak, dan terbuka. Karena itu, rangkaian Natal Nasional tidak hanya seremonial, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial. Sebanyak 75 persen anggaran Natal Nasional atau sekitar Rp50,65 miliar dialokasikan untuk bantuan yang disalurkan ke seluruh Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maruarar menegaskan bahwa tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga* dipilih karena keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan gereja dan bangsa.
“Keluarga adalah ecclesia domestica, gereja dalam bentuk paling kecil. Jika keluarga kuat, maka gereja dan bangsa juga akan kuat. Saat ini keluarga menghadapi banyak krisis, mulai dari pinjaman online, judi online, kerusakan lingkungan, perdagangan manusia, hingga berbagai tantangan sosial lainnya,” ungkapnya.
Seminar Natal Nasional 2025 sendiri telah dan akan digelar di sembilan kota di Indonesia, antara lain Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, Merauke, dan Jakarta, bekerja sama dengan berbagai universitas, keuskupan, serta lembaga gereja setempat.
“Kami merasa sembilan kota masih kurang pas, karena itu akan ditambah satu lagi sehingga menjadi sepuluh seminar. Seminar terakhir rencananya akan digelar pada 29 Januari 2026 di Universitas Pelita Harapan,” tutup Maruarar.
Rangkaian Natal Nasional 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan keluarga, gereja, dan kehidupan berbangsa di tengah tantangan masyarakat metropolitan saat ini.




