Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai dukungan pemerintah seperti diskon tarif tol dan transportasi publik, penambahan armada, program mudik gratis, kebijakan kerja dari mana saja (WFA), serta pengaturan lalu lintas melalui Surat Keputusan Bersama (SKB). Pengamanan mudik tahun ini melibatkan 161.243 personel gabungan, terdiri dari 89.928 personel Polri, 13.788 personel TNI, dan 58.327 personel dari instansi lainnya.
Mereka berhasil mengamankan 185.608 objek pengamanan di seluruh Indonesia. Polri juga memanfaatkan teknologi berbasis data real-time melalui command center, didukung oleh ETLE Drone Patrol Presisi, Traffic Accident Analysis (TAA), serta Road Accident Rescue (RAR) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan dan pelayanan.
Berbagai inovasi pelayanan publik juga dihadirkan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 yang diikuti oleh 29.009 pemudik dengan dukungan 646 bus, 9 kapal, dan armada lainnya.
Selain itu, terdapat layanan seperti tim urai, public address, Motor Senyum di Polda Jabar, valet ride dan SI Polan di Polda Jateng, serta aplikasi Siger di Polda Lampung.
Sentimen masyarakat terhadap pelayanan mudik tahun ini didominasi oleh tanggapan positif, baik di media online maupun sosial. Petugas di lapangan dinilai aktif dalam mengurai kepadatan di titik-titik penting dan mengedepankan pendekatan humanis dalam membantu para pemudik.
Kadiv Humas Polri menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa yang akan datang. “Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan serta dukungan masyarakat. Kedepan, Polri akan terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan yang lebih optimal, humanis, dan berbasis teknologi,” tutupnya.*
(Pm)Red)




