Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah, Gubernur Amsar menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk melanjutkan program-program kerakyatan.
“APBD kita memang sangat terbatas, tapi kami berusaha sehemat mungkin agar yang kecil ini bisa memberi dampak besar. Salah satunya bantuan modal usaha UMKM tanpa bunga yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah. Bunganya 100% ditanggung Pemprov Kepri, dengan pinjaman maksimal Rp4 juta,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sejak awal 2022, Pemprov Kepri telah menyalurkan bantuan modal kepada 1.500–2.000 UMKM setiap tahunnya, dan program ini akan terus dilanjutkan. Selain itu, program kelistrikan juga menjadi perhatian utama pemerintah.
“Efek elektrifikasi kita sudah mencapai 99%. Hampir 13.000 rumah masyarakat di pulau-pulau sudah tersambung listrik PLN gratis melalui APBD. Bersama Pak Nyanyang, kita berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan PLN, mendorong pembangunan crossing tower, kabel bawah laut, dan juga solar panel untuk pulau-pulau kecil. Insyaallah, semua pulau akan mendapatkan layanan listrik PLN 24 jam,” tegas Amsar.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi kehadiran masyarakat Kepri di wilayah Jabodetabek dalam acara halal bihalal.
“Alhamdulillah, pada halal bihalal ini, masyarakat Kepri yang berada di Jabodetabek bisa hadir. Mereka yang tahun ini belum sempat pulang kampung juga berkesempatan bertemu langsung dengan Gubernur,” ujar Nyanyang usai acara.
Ia berharap momentum ini dapat mempererat hubungan antara masyarakat perantauan dengan pemerintah daerah. “Harapannya, pertemuan ini bisa menjadi sarana untuk membangun sinergi dan komunikasi yang baik antara masyarakat Kepri di perantauan dengan keluarga besar Provinsi Kepulauan Riau,” tutupnya
Acara Halal Bihalal tersebut juga diisi dengan tausyiah oleh Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, S.Pd.I., serta dimeriahkan dengan pameran booth UMKM dari masyarakat Kepulauan Riau.**
(Report Ls)




