Saat seluruh penumpang dipindahkan ke bus pengganti, korban tiba-tiba terjatuh dan langsung tergeletak di jalan. Saksi dan penumpang lain segera mengevakuasi korban ke samping pos security, namun petugas medis Tol Sinaksak mendapati korban telah meninggal dunia. Pemeriksaan pada tubuh korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
Sejumlah barang bukti turut diamankan petugas, di antaranya tas sandang berisi berkas seminar hasil dan outline skripsi atas nama korban, obat-obatan, charger, parfum, kunci gembok, sepasang sandal, serta dua unit ponsel merek Oppo dan iPhone.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar menggunakan ambulans milik PT HK guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut, termasuk pengambilan sidik jari oleh Tim Inafis Polres Simalungun.
“Berdasarkan pemeriksaan luar di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya,” ujar Iptu Rido V. Pakpahan.
Ia menambahkan, pihak keluarga korban telah tiba di RSUD Djasamen Saragih untuk mengurus jenazah, dan pada intinya dapat menerima bahwa almarhum meninggal dunia disebabkan sakit yang telah lama dideritanya.
“Perwakilan keluarga sudah tiba untuk pengurusan jenazah, dan pada intinya keluarga dapat menerima bahwa almarhum memang meninggal disebabkan sakit parah,” ucap Iptu Rido V. Pakpahan menutup keterangannya.
Proses penanganan jenazah saat ini masih dikerjakan pihak RSUD Djasamen Saragih dan akan segera diberangkatkan menuju Sibolga setelah rangkaian administrasi selesai. Kasus ini dikategorikan sebagai kejadian non-pidana, dengan motif kematian korban masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Kesigapan Polsek Dolok Batu Nanggar dalam merespons dan menangani kejadian ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat, tanggap, dan humanis kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Kami Siap, Kami Semangat, Pengabdian Terbaik, Salam Presisi.*
(Surya Damanik)




