Ali Larijani Tewas dalam Serangan Udara, Iran Kehilangan Tokoh Kunci Keamanan Nasional
INTERNASIONAL, Indonesia jurnalis – Seorang politikus senior Iran sekaligus tokoh penting di lingkaran kekuasaan, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Kabar duka ini memicu perhatian luas, mengingat peran strategis Larijani dalam kebijakan keamanan dan politik Iran selama beberapa dekade.
Mengutip laporan Al Jazeera, Selasa (17/3), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa Larijani tewas dalam serangan terbaru yang dilakukan Israel. Sementara itu, media semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran turut mengonfirmasi kematian tersebut.
Dalam pernyataan resminya, dewan tersebut menyampaikan penghormatan atas jasa Larijani.
“Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, akhirnya ia mencapai keinginan yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai martir di garis depan pengabdian,” demikian bunyi pernyataan yang dimuat oleh Mehr.
Berdasarkan laporan Reuters, Rabu (18/3), Larijani dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Iran. Ia disebut sebagai arsitek kebijakan keamanan negara serta penasihat dekat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hingga wafatnya pemimpin tersebut dalam serangan udara sebelumnya.
Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan, Larijani yang berusia 67 tahun tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel saat berada di kediaman putrinya di wilayah pinggiran timur Teheran, Selasa (17/3).
Sosok Berpengaruh di Balik Kebijakan Iran
Masih menurut Al Jazeera, Larijani menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan terakhir kali terlihat di hadapan publik pada Jumat (13/3) dalam parade Hari Al-Quds di Teheran. Ia menjadi pejabat tinggi Iran terbaru yang tewas sejak konflik meningkat, menyusul kematian Ayatollah Ali Khamenei pada awal perang, 28 Februari lalu.
Selama puluhan tahun, Larijani dikenal sebagai sosok yang tenang dan pragmatis di pemerintahan Iran. Ia tidak hanya aktif di bidang politik, tetapi juga memiliki latar belakang intelektual, termasuk menulis tentang filsuf Jerman abad ke-18, Immanuel Kant, serta terlibat dalam negosiasi nuklir dengan negara-negara Barat.




