NIITF 2026 Perkuat Kemitraan Investasi Nigeria-Indonesia, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Bersama
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Forum Investasi dan Perdagangan Nigeria-Indonesia ke-5 atau The 5th Nigerian-Indonesian Investment & Trade Forum (NIITF 2026) menjadi ajang pertemuan para pemimpin bisnis, investor, pengusaha, dan pelaku industri dari kedua negara untuk menjajaki peluang perdagangan, investasi, serta kemitraan strategis.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, ini mengusung tema “Building Continents, Building Prosperity: Solidifying Nigerian-Indonesian Economic Partnership for Strategic Alliances and Shared Growth”. Tema tersebut menekankan pentingnya memperkuat kemitraan ekonomi Nigeria dan Indonesia guna membangun aliansi strategis serta mendorong pertumbuhan bersama.
Forum ini menjadi ruang bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan potensi investasi, dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat membuka akses ke pasar baru.
Selain membahas perdagangan dan investasi, NIITF 2026 juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi kerja sama usaha patungan (joint venture), kunjungan ke pabrik, serta peluang perdagangan di berbagai sektor industri.
Melalui pertemuan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bisnis yang saling melengkapi dan membangun hubungan usaha yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Dorong Investasi yang Saling Menguntungkan
President Nigerian-Indonesian Chamber of Commerce and Industry, Mr. Ishmael Balogun, menyampaikan bahwa forum tersebut pada dasarnya bertujuan memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di bidang investasi.

“Kesimpulannya, acara ini adalah untuk mengadakan kerja sama bilateral tentang investasi. Jadi, dari Nigeria memperkenalkan investasi yang ada di Nigeria, seperti manufacturing tadi, kemudian agriculture,” ujarnya kepada media di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut Balogun, forum ini mempertemukan investor Nigeria dengan pelaku usaha Indonesia agar masing-masing pihak dapat mengenal potensi investasi yang tersedia dan menyambut peluang kerja sama yang sesuai.
Ia mencontohkan hubungan perdagangan kedua negara, termasuk Indonesia yang memperoleh pasokan minyak dari Nigeria. Selain itu, Indonesia juga memiliki beragam produk yang berpotensi dipasarkan atau dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra di Nigeria.




