Selain itu, mereka mendesak PBNU untuk mendukung Pansus Haji yang dilakukan oleh DPR RI guna memperbaiki dan membenahi pelaksanaan ibadah haji di Indonesia, serta menuntut keadilan tanpa diskriminasi atas tindakan semu.
Koordinator aksi Aliansi Santri Gus Dur menggugat Muhammad Solihin menyampaikan, ” Kami dari Aliansi Gusdur menggugat personal Gus Yahya, bukan kepada PBNU secara institusi kelembagaan, yang paling mendasar kami di sini bukan demo tapi silaturahmim, karena kantornya PBNU rumah kami sebagai warga Nahdatul Ulama.” Katanya
” Gus Yahya sebagai Ketum hal ini sebagai Ketum dan pada muktamar di Lampung yang mengkonsolidasi sebagai ideologi perjuangan Gusdur untuk memperbaiki Nahdatul Ulama kedepan, tapi faktanya hari ini kontra produktif, bahkan cenderung melanggar hasil – hasil muktamar” ucapnya
“Dan yang sangat menyakitkan mencampuri urusan orang lain, rumah tangga orang lain, yang katanya tidak berpolitik praktis tapi malah justru hari ini dengan keputusan PBNU membentuk tim investigasi itu adalah offside pelanggaran, dan itu kita ingatkan ” tegasnya
” Ketika mereka melanggar muktamar jadi siapapun yang mengawal menahkodai harus mundur, dan Gus Yahya ini tidak melakukan keadilan dalam konteks kader Nahdatul Ulama ke Israel di pecat, sementara dia sendiri tidak di pecat, harusnya dia memberikan keteladanan tanpa harus di pecat dan harus mundur dengan adanya kader NU ke Israel di pecat, terlepas itu patut atau tidak patut dalam konteks keadilan kalau memang itu pelanggaran dengan tidak mengurangi rasa hormat Gus Yahya juga harus mundur.” tutupnya
Acara di akhiri dengan doa bersama dan sujud syukur kemudian bubar dengan tertib.**
(Ls/NK)




