ICW Soroti Dugaan Potensi Rente Rp5,54 Triliun dalam Pengadaan 80 Ribu Mobil Pikap Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap dugaan adanya kelemahan dalam tata kelola pengadaan 80 ribu unit mobil pikap untuk program Koperasi Desa Merah Putih. Berdasarkan hasil kajiannya, ICW memperkirakan terdapat potensi praktik perburuan rente dengan nilai mencapai Rp4,86 triliun hingga Rp5,54 triliun dalam proyek tersebut.
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh melalui analisis data ekspor-impor yang menelusuri rantai pasok kendaraan dari produsen hingga pihak yang melakukan transaksi.
Menurut Wana, hasil analisis menunjukkan nilai pembelian mobil oleh PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG) dari produsen diperkirakan berada pada kisaran Rp14,85 triliun hingga Rp15,53 triliun. Sementara itu, nilai transaksi yang disampaikan PT Agrinas Pangan Nusantara (PT APN) mencapai sekitar Rp20,4 triliun.
“Selisih sebesar Rp4,86–Rp5,54 triliun mengindikasikan adanya potensi perburuan rente melalui margin yang tidak sebanding dengan nilai tambah yang diberikan oleh perantara,” kata Wana dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).
Ia menambahkan, selisih nilai tersebut juga mencerminkan besarnya biaya peluang (opportunity cost) yang harus ditanggung negara. Menurutnya, anggaran sebesar itu berpotensi dimanfaatkan untuk membiayai program-program publik yang lebih bermanfaat, seperti subsidi perumahan.
Dalam proses pemantauan, ICW menelusuri pengadaan mobil pikap yang diimpor dari India dengan menggunakan pendekatan rantai pasok. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari produsen hingga konsumen akhir yang melakukan transaksi atas kendaraan tersebut.
Pengumpulan data dilakukan dalam periode 25 Februari hingga 3 Juli 2026 dengan memanfaatkan basis data transaksi ekspor-impor sejak 2024 hingga Juni 2026. ICW kemudian menyaring transaksi yang memuat informasi lengkap mengenai harga satuan kendaraan dan jumlah unit yang dibeli oleh perusahaan.




