Bupati Aceh Selatan H. Mirwan usai sesi acara diskusi menyampaikan kepada media, bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mendukung program ini.
“Di Aceh Selatan, kami telah menyiapkan anggaran sebesar Rp130 miliar. Kami juga akan merangkul investor, karena saat ini masih banyak TPA yang belum tersedia,” ungkap Mirwan.
“Berkaitan dengan untuk pembangunan tempat sampahnya perlu sebuah satuan kuat yang besar atau merangkul investor karena bagian dari lingkaran tersebut akan memperkuat arah sektor pertanian secara utuh pertanian tanaman pangan dan juga ketahanan pangan air dan mineral,” tambahnya
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan Hj. Balgis mengatakan , bahwa daerahnya telah melakukan tindak lanjut terkait pengelolaan sampah, namun belum menjalin kerja sama konkret untuk program energi alternatif.
“Pekalongan sudah mulai mengelola sampah dengan lebih baik. Namun, dengan adanya wacana pengolahan sampah menjadi energi, kami melihat ini sebagai peluang percepatan,” katanya.
“Saat ini kami belum membentuk tim kerja, tapi ke depan pemerintah kota akan membuat tim khusus untuk menjajaki kolaborasi dan jaringan kerja sama lebih luas,” tambah Balgis.
Diskusi ini diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi strategis lintas sektor dan lintas daerah dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pendekatan berbasis keberlanjutan.**
(Ls)




