Galery APINDO Hulu Sungai Utara Perkenalkan Kerajinan Khas Kalimantan Selatan Melalui Fashion Show AB SRIKANDI di Diagnos Jakarta 

Galery APINDO Hulu Sungai Utara Perkenalkan Kerajinan Khas Kalimantan Selatan Melalui Fashion Show AB SRIKANDI di Diagnos Jakarta 
fashion show AB Srikandi Woman Wellness Day yang diselenggarakan oleh Ayu Amelia, selaku Ketua AB Srikandi Society, bersama Diagnos Healthcare Jakarta,
Galery APINDO Hulu Sungai Utara Perkenalkan Kerajinan Khas Kalimantan Selatan Melalui Fashion Show AB SRIKANDI di Diagnos Jakarta

JAKARTA, Indonesia jurnalisGalery Apindo Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, turut memamerkan koleksi tas kerajinan khas daerah dalam fashion show AB Srikandi Woman Wellness Day yang diselenggarakan oleh Ayu Amelia, selaku Ketua AB Srikandi Society, bersama Diagnos Healthcare Jakarta dan Sasana Mitra Bunda Physiotherapy & Rehab Center di Diagnos Tower, Jakarta, 12 September 2026.

Romeir Emma Ramadayanti Rivilla, pemilik sekaligus founder Galery Apindo, membawa langsung koleksi tas berbahan hasil alam Kalimantan untuk diperkenalkan melalui kolaborasi bersama desainer Nasya Collyer.

Galery Apindo yang berdiri sejak 15 September 2025 hadir sebagai wadah promosi hasil kerajinan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan sekitarnya. Beragam produk kerajinan khas daerah ditawarkan dengan memanfaatkan bahan alami, seperti rotan merah, purun, bamban, dan ilung atau eceng gondok.

Koleksi Tas Kerajinan Galery Apindo

  • Tas Anyaman Rotan Merah

Menggunakan rotan merah khas Kalimantan yang memiliki warna alami kemerahan dan karakteristik unik. Tas ini menampilkan keindahan material alam dengan sentuhan anyaman yang bernilai seni.

  • Tas Purun Sisik Naga

Memanfaatkan tanaman purun yang banyak tumbuh di rawa Hulu Sungai Utara. Galery Apindo menghadirkan inovasi anyaman purun melalui motif Sisik Naga, menghasilkan tas dengan desain khas dan artistik.

  • Tas Anyaman Bamban

Dibuat dari tanaman bamban yang memiliki karakter bahan lebih keras dibandingkan purun dan ilung. Dengan keterampilan pengrajin, bamban diolah menjadi tas yang kokoh, unik, dan bernilai estetika.

  • Tas Anyaman Ilung / Eceng Gondok

Memanfaatkan tanaman eceng gondok yang tumbuh liar di rawa Kalimantan. Melalui kreativitas pengrajin, tanaman tersebut diolah menjadi tas kerajinan yang menarik, fungsional, dan bernilai ekonomi.

Baca Juga  Muhammad Naufaldi Hakim Ungkap Strategi PT. Kharisma Putra Sejahtera Kembangkan Bisnis Mesin Laundry di Indonesia

Seluruh koleksi hadir dalam warna natural yang menonjolkan keindahan bahan alami serta kearifan lokal. Produk Galery Apindo dibanderol mulai dari Rp25.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan desain produk.

Harapan Kerajinan Lokal Naik Kelas

Emma Rivilla mengungkapkan kebahagiaannya dapat membawa langsung kerajinan khas Hulu Sungai Utara untuk tampil dalam fashion show di Jakarta.

“Saya sangat senang bisa ikut memamerkan kerajinan khas Kabupaten Hulu Sungai Utara di Jakarta. Harapannya, tas-tas kerajinan dari daerah kami semakin dikenal, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Emma Rivilla.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ayu Amelia dan AB Srikandi Society, Diagnos Healthcare Jakarta, seluruh sponsor dan panitia, serta Nasya Collyer atas kesempatan, dukungan, dan kolaborasi yang diberikan.

“Semoga keikutsertaan ini menjadi langkah positif untuk mengangkat potensi pengrajin daerah dan memperkenalkan kerajinan khas Kalimantan Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.”

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *