Temuan Dugaan Penimbunan Pertalite di Bogor Viral, Ketum FWJI Kritik Pernyataan Dedi Mulyadi soal Wartawan

Temuan Dugaan Penimbunan Pertalite di Bogor Viral, Ketum FWJI Kritik Pernyataan Dedi Mulyadi soal Wartawan
Temuan Dugaan Penimbunan Pertalite di Bogor Viral, Ketum FWJI Kritik Pernyataan Dedi Mulyadi soal Wartawan
Temuan Dugaan Penimbunan Pertalite di Bogor Viral, Ketum FWJI Kritik Pernyataan Dedi Mulyadi soal Wartawan

BOGOR, Indonesia jurnalis – Aktivitas sekelompok orang di Jalan Desa Lewinutug Nomor 61–62, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian setelah awak media menemukan sejumlah kendaraan dan wadah yang diduga digunakan untuk menampung bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Di lokasi tersebut, awak media mendapati tiga sepeda motor jenis Thunder yang terparkir. Tangki kendaraan tersebut terlihat telah dimodifikasi.

Selain sepeda motor, ditemukan pula sejumlah wadah berisi BBM. Sedikitnya terdapat tujuh jeriken, dengan empat di antaranya berisi Pertalite, sementara tiga lainnya dalam kondisi kosong.

Sejumlah galon bekas air mineral berkapasitas sekitar 15 liter juga terlihat di lokasi. Tiga galon tampak berisi Pertalite, sedangkan empat lainnya kosong dan diduga merupakan bekas wadah BBM.

Aktivitas yang semakin menimbulkan pertanyaan terjadi ketika awak media melihat satu sepeda motor sedang memindahkan Pertalite ke dalam jeriken berwarna biru berkapasitas sekitar 35 liter. Saat proses pemindahan berlangsung, selang masih terlihat terpasang dari tangki sepeda motor menuju jeriken.

Awak media dari Indonesia Cerdas News (ICN) kemudian mencoba melakukan konfirmasi kepada dua pria yang berada di lokasi. Ketika ditanya mengenai asal BBM tersebut, keduanya menyebut Pertalite dibeli dari SPBU Lampu Merah Sentul dan SPBU Babakan Madang.

Tidak lama kemudian, seorang perempuan keluar dari dalam lokasi. Perempuan tersebut terlihat merekam kedatangan awak media dan mempertanyakan maksud kedatangan mereka. Ia juga menyatakan bahwa dirinya bersama suaminya tidak melakukan kesalahan.

Awak media ICN kemudian menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan melakukan konfirmasi sekaligus memberikan edukasi mengenai regulasi Undang-Undang Migas, khususnya terkait aktivitas dan keberadaan sejumlah sepeda motor, jeriken, serta galon yang berisi BBM jenis Pertalite.

Baca Juga  Lipan layangkan Surat Kepada Ketua DPRD : Bantuan Paving Block untuk 16 SD Negeri di Pesawaran Diduga Jadi Ajang Korupsi Berjamaah

Namun, situasi kemudian semakin tegang. Perempuan tersebut kembali menegaskan bahwa BBM yang mereka miliki dibeli dari SPBU dan bukan hasil pencurian.

Ia juga mempertanyakan maksud kedatangan awak media serta menyampaikan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Karena kondisi di lokasi semakin tidak kondusif, awak media kemudian menghubungi layanan kepolisian 110 sekitar pukul 03.28 WIB.

Laporan tersebut mendapat respons dari layanan 110. Awak media pun menunggu kedatangan petugas kepolisian di lokasi. Namun hingga sekitar pukul 03.50 WIB, petugas belum tiba.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah orang yang diduga merupakan rekan pihak yang berada di lokasi mulai berdatangan. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sekitar pukul 04.14 WIB awak media akhirnya memutuskan meninggalkan lokasi.

Pimpinan Redaksi ICN Angkat Bicara

Sahatma Refindo, Pimpinan Redaksi indonesiacerdasnews.com (ICN), angkat bicara terkait video yang kemudian viral di media sosial.

“Adanya seorang pria dalam video viral yang mengaku awak media ICN memang benar wartawan di media ICN dan bertugas di Kabupaten Bogor dan aktif di Organisasi Wartawan Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia. Pria tersebut bernama Insaan Athoriik, dan memang sedang bertugas untuk meliput tentang temuan pelanggaran peredaran/perdagangan BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Bogor yang di perjual belikan secara ilegal.”

Sahatma menyayangkan jurnalis yang sedang menjalankan tugas justru difitnah dan videonya menjadi viral di media sosial dengan penggiringan opini negatif.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *