Di sisi lain, pihak Amerika Serikat membantah keras tudingan tersebut. United States Central Command (CENTCOM) menyatakan klaim Iran tidak benar dan menyebutnya sebagai kebohongan.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan bahwa USS Abraham Lincoln tidak mengalami serangan apa pun. Mereka juga menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan Iran tidak mendekati kapal induk tersebut.
Hingga 3 Maret 2026, belum ada bukti independen yang dapat memverifikasi klaim dari kedua belah pihak. Situasi ini semakin memperlihatkan tingginya tensi geopolitik di kawasan Teluk Oman dan sekitarnya, yang berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut jika tidak dikelola secara diplomatik.
Perkembangan lebih lanjut terkait insiden ini masih terus dipantau oleh komunitas internasional.*
(Source inj)




