Ia menambahkan, dengan pola penanaman rutin di satu lokasi setiap pekan dan rata-rata 10 pohon per titik, program ini ditargetkan mampu menghadirkan sedikitnya 5.200 pohon pelindung baru dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, di luar program rutin DLHK.
Kegiatan penghijauan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga Mekarsari, Eddy Rochaendy, menyampaikan bahwa keberadaan pohon tabebuya yang ditanam di sekitar lapangan membuat area olahraga tersebut menjadi lebih asri dan nyaman digunakan.
“Alhamdulillah, lapangan mini soccer jadi lebih cantik dan terasa lebih teduh,” ujarnya.
DLHK Kota Depok berharap, Program Satu Minggu, Satu Pohon dapat terus meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat fungsi ruang publik, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. (Dav/Ind)




