“Harapan saya, baik secara pribadi maupun nasional, adalah agar kegiatan ini menghasilkan guru-guru nasional yang mampu berbicara dalam konteks nasional,” tuturnya.
Ia menilai para peserta yang hadir memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam. Sebagian di antaranya merupakan alumni yang kini telah menjadi dosen maupun pengajar, serta pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan sebagai anggota Resimen Mahasiswa.
“Karena yang hadir di sini adalah mantan alumni atau alumni dari siswa yang telah menjadi dosen dan menjadi pengajar, kemudian menjadi Menwa yang telah dilatih seperti saya,” kata Kasman.
Kasman juga menceritakan pengalaman dirinya saat mengikuti pendidikan dan pelatihan sejak 1980. Menurutnya, proses pembinaan tersebut terus dijalani hingga akhirnya dirinya dipercaya memimpin Kabupaten Donggala selama dua periode.
“Saya telah dilatih sejak tahun 1980 menjadi Kasal dan dilatih terus hingga saya terpilih menjadi Bupati Donggala dua periode,” ucapnya.
Melalui momentum Rakernas dan Seminar Nasional Bela Negara tersebut, IARMI diharapkan semakin memperkuat peran alumni Resimen Mahasiswa dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa, sekaligus menjaga semangat bela negara di tengah perkembangan zaman.*
(Report Lucky poni)




