Dalam kesempatan itu, Lutfi juga mengungkapkan keprihatinannya karena hingga kini Pergub tentang Lembaga Adat Budaya Betawi belum juga diterbitkan, padahal proses penyusunannya telah rampung lebih dari satu tahun lalu.
“Sangat disayangkan, Pergub yang sudah lama dinantikan justru masih tertahan di meja birokrasi. Ironisnya, menurut kami, ada segelintir pihak yang mengaku sebagai tokoh Betawi justru menghambat proses tersebut. Ketika kita sedang berjuang menyelamatkan masa depan budaya Betawi, masih ada kepentingan pribadi yang mengalahkan kepentingan bersama,” katanya.
Peringatan Milad Perak ke-25 FBR berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan anggota Forum Betawi Rempug dari berbagai koordinator wilayah (Korwil) se-Jabodetabek yang memadati Pelataran Parkir Kemayoran, Jakarta Pusat.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Bang Doel), mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan Organisasi Masyarakat Islam Kei, Daeng Jamal, serta jajaran pengurus dan anggota FBR dari berbagai wilayah.
Momentum Milad Perak ini menjadi simbol penguatan komitmen FBR dalam menjaga eksistensi budaya Betawi sekaligus mendorong percepatan lahirnya Pergub Lembaga Adat Budaya Betawi sebagai landasan hukum untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Betawi di tengah perkembangan Jakarta menuju usia 500 tahun.*
(Poni)




