Kinerja ESDM 2025 Dinilai Belum Transparan, Pengawasan Tambang Emas Tak Disinggung

Kinerja ESDM 2025 Dinilai Belum Transparan, Pengawasan Tambang Emas Tak Disinggung
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan capaian kinerja kementeriannya sepanjang tahun 2025.

“Karena gas ini tidak sebesar minyak, maka kita harus bertahan dan memperkuat pemanfaatan gas untuk kebutuhan dalam negeri,” ujar Bahlil.

Selain untuk hilirisasi, gas bumi domestik juga dimanfaatkan untuk bahan bakar gas (BBG), jaringan gas rumah tangga (jargas), peningkatan produksi migas, sektor ketenagalistrikan, serta kebutuhan LNG dan LPG.

Sayangnya, ketika dimintai keterangan lebih lanjut, pihak Humas Kementerian ESDM tidak memberikan tanggapan terkait isu pertambangan emas ilegal, termasuk yang terjadi di Kabupaten Keerom, Papua. Padahal, persoalan tersebut dinilai krusial, mengingat adanya tudingan kriminalisasi terhadap investor serta klaim bahwa masyarakat adat Keerom telah memberikan mandat terkait pengelolaan wilayah tambang.

Minimnya penjelasan mengenai sektor pertambangan emas dan pengawasannya dalam laporan kinerja ESDM 2025 dinilai mencerminkan belum optimalnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya mineral logam. Kondisi ini sekaligus memperkuat desakan agar Kementerian ESDM ke depan menyampaikan laporan kinerja yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada migas, tetapi juga sektor mineral yang berdampak langsung terhadap lingkungan, masyarakat adat, dan penerimaan negara.**

(NK)

 

Redaksi
Author: Redaksi

Baca Juga  Kemnaker Buka Pendaftaran Program Magang Dijepang dan Pelatihan Kaigo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *