Kinerja Keuangan 2025 dan Agenda RUPST BINTRACO DHARMA Tbk, Membukukan Laba Inti Konsolidasian Sebesar Rp148 miliar
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, PT Bintraco Dharma Tbk membukukan laba inti konsolidasian sebesar Rp148 miliar, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Publik Expose, Kamis (25/06/2026) Balrom Hotel Veranda Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Manejemen menyampaikan pencapaian ini diraih di tengah penurunan pasar otomotif nasional sebesar 7% menjadi 803 ribu unit, sekaligus mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja yang baik.
Di sisi regional, pasar otomotif Jawa Tengah dan DIY mengalami koreksi lebih dalam dipengaruhi penerapan opsen daerah, dengan penurunan mencapai 31% menjadi 43.623 unit. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi jaringan dealer Nasmoco, walau berhasil mempertahankan pangsa pasar kendaraan baru Toyota di wilayah regional tersebut sebesar 30%.
Pencapaian yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen otomotif tetap menjadi kontributor utama bagi Perseroan, didukung oleh strategi efisiensi, penguatan layanan purna jual, serta adaptasi terhadap dinamika pasar di tingkat nasional maupun regional.
Dinamika Pasar dan Adaptasi
Penjualan kendaraan baru Perseroan pada tahun 2025 tercatat 12.894 unit, mengalami koreksi sejalan dengan dinamika eksternal seperti penerapan pajak opsen daerah, pelambatan daya beli masyarakat, serta meningkatnya intensitas persaingan antar-ATPM di pasar otomotif nasional.
Meskipun terjadi penurunan volume, perubahan komposisi model mix menunjukkan adaptasi positif-terutama melalui kenaikan kontribusi segmen komersial dari 5% menjadi 8%.
Selain itu, kontribusi penjualan kendaraan hybrid meningkat hingga 4,3%, memberikan dukungan tambahan terhadap kinerja penjualan serta menghadirkan nilai tambah berupa efisiensi bahan bakar dan teknologi ramah lingkungan yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen. Pergeseran tersebut turut membantu menahan dampak penurunan nilai penjualan konsolidasian.
Perubahan komposisi model mix membantu menahan tekanan penjualan konsolidasian yang tercatat sebesar Rp4,7 triliun di 2025, dibandingkan Rp6,2 triliun pada 2024. Di tengah tantangan pasar otomotif nasional, Perseroan tetap menunjukkan ketahanan operasional dengan laba operasi sebesar Rp275 miliar dan laba inti konsolidasian Rp148 miliar.

Benny Redjo Setyono, Direktur Utama PT Bintraco Dharma Tbk, menyampaikan: “Capaian laba inti sebesar Rp148 miliar merupakan bukti ketahanan dan daya adaptasi bisnis Perseroan. Tahun 2025 menegaskan kemampuan Bintraco Dharma untuk tetap menjaga profitabilitas di tengah tekanan pasar melalui efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja yang disiplin. Fondasi ini menjadi pijakan kuat bagi Perseroan dalam menghadapi transformasi industri otomotif di masa mendatang.”




