Dukung Pendanaan Usaha Mikro Masyarakat, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Dukung Pendanaan Usaha Mikro Masyarakat, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Kiri ke kanan) Direktur Easycash Harza Sandityo, Direktur Easycash Hu Zezhong, Komisaris Utama Easycash Jimmy Muhamad Rifai Gani, Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo, dan Komisaris Independen Nadjib Riphat Kesoema berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Dukung Pendanaan Usaha Mikro Masyarakat, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

JAKARTA, Indonesia Jurnalis  – 19 Juni 2026 – Akses terhadap layanan keuangan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Di tengah kebutuhan pendanaan yang terus meningkat, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem keuangan formal sehingga memiliki keterbatasan dalam memperoleh akses kredit. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas inklusi keuangan guna mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Merujuk pada White Paper Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting berjudul “Mendorong Perluasan Akses Kredit melalui Kolaborasi Bertanggung Jawab antara Bank dan Pindar”, akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Data World Bank menunjukkan terdapat sekitar 48% penduduk dewasa Indonesia yang masih berada dalam kategori underbanked. Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70% pada 2025. Artinya, masih terdapat sekitar 30% masyarakat dewasa Indonesia yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal atau financially excluded.

Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), Nucky Poedjiardjo mengatakan, perluasan akses keuangan yang inklusif akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Menurutnya, kehadiran layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring (pindar), dapat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kesenjangan akses kredit sekaligus mendukung agenda percepatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Oleh karena itu, Easycash berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat,” kata Nucky dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga  Gozco Plantations Catat Laba Rp107,6 Miliar di 2025, Siapkan Investasi Rp161 Miliar

Fokus perusahaan dalam memperluas akses pendanaan, tercermin dari penyaluran pendanaan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Sejak didirikan pada 2017, Easycash sebagai platform pindar berizin dan diawasi oleh OJK, telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana (borrower) dengan total nilai akumulasi pinjaman mencapai Rp96,67 triliun.

Pendanaan yang Mendukung Produktivitas Masyarakat

Salah satu penerima manfaat pendanaan Easycash adalah Ifa Maria Ulfa, seorang petani asal Jember yang memanfaatkan akses pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal usaha tani, khususnya pembelian pupuk untuk tanaman cabai dan padi saat ia mengalami keterbatasan dana.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *