PT Trans Power Marine Tbk Bagikan Dividen Rp146,8 Miliar di Tengah Tantangan Industri Global

PT Trans Power Marine Tbk Bagikan Dividen Rp146,8 Miliar di Tengah Tantangan Industri Global
PT Trans Power Marine Tbk Bagikan Dividen Rp146,8 Miliar di Tengah Tantangan Industri Global, Ballroom Hotel Four Seasons Jakarta, Selasa (19/5/2026).
PT Trans Power Marine Tbk Bagikan Dividen Rp146,8 Miliar di Tengah Tantangan Industri Global

JAKARTA, Indonesia jurnalis – PT Trans Power Marine Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sekaligus paparan publik di Ballroom Hotel Four Seasons Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Acara tersebut dihadiri jajaran direksi, di antaranya Direktur Aman Suedi, Wakil Direktur Daniel Wardojo, Direktur Utama Rony Kurniawan, serta Direktur Rudy Setiono.

Dalam paparan publik, manajemen Perseroan menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi perekonomian global. Kondisi ekonomi dunia masih dibayangi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi internasional. Perlambatan di berbagai sektor industri turut mendorong normalisasi sisi suplai dan permintaan sejumlah komoditas.

Meski demikian, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional melalui kebijakan hilirisasi nikel yang memperkuat industri domestik. Di tengah berbagai tantangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tercatat masih mampu mencapai 5,11 persen.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia juga dinilai tetap menunjukkan resiliensi yang kuat berkat fondasi ekonomi domestik yang solid. Batubara domestik masih memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pembangkit listrik nasional, baik untuk sektor industri maupun kebutuhan listrik rumah tangga. Selain itu, ekspor batubara Indonesia masih menjadi salah satu penopang utama pembangkit listrik di berbagai kawasan Asia.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi produksi batubara nasional pada tahun 2025 tercatat sebesar 790 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 835 juta ton. Kendati mengalami penurunan, volume produksi tersebut tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap industri pelayaran nasional sebagai bagian penting dari rantai pasok industri batubara.

Secara konsolidasi, Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$113,4 juta pada tahun 2025 atau turun sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya volume produksi batubara nasional serta harga batubara acuan (HBA). Untuk menjaga keberlangsungan industri batubara secara keseluruhan, Perseroan melakukan penyesuaian tarif angkutan yang berdampak terhadap margin keuntungan perusahaan.

Laba kotor Perseroan tercatat sebesar US$32,4 juta atau turun 24 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, laba bersih Perseroan pada tahun 2025 mencapai sekitar US$20 juta, menurun 32 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar US$29,3 juta.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *