Dari total laba bersih tersebut, sebesar US$17,9 juta diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedangkan US$2,1 juta dialokasikan kepada kepentingan non-pengendali. Penggunaan laba tersebut selanjutnya diputuskan melalui persetujuan para pemegang saham.
Pada tahun 2025, Perseroan bersama entitas anak yang terkonsolidasi dalam laporan keuangan juga menerima tambahan armada berupa 13 unit kapal tunda, 14 unit tongkang, serta 1 unit floating crane yang telah dipesan sejak beberapa tahun sebelumnya. Penambahan armada tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan.
Melalui RUPST yang digelar hari ini, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp42 per lembar saham atau setara Rp146.852.165.628. Nilai tersebut merepresentasikan sekitar 47,50 persen dari laba bersih tahun 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Selain itu, RUPST juga menyetujui pengangkatan Patricia Pratiwi Suwati Prasatya sebagai Wakil Direktur Utama Perseroan. Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham.
Untuk tahun 2026, Perseroan dan entitas anak yang terkonsolidasi dalam laporan keuangan direncanakan menerima tambahan 7 unit kapal tunda dan 9 unit tongkang yang telah dipesan sebelumnya. Total nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) diperkirakan mencapai sekitar US$26 juta.
Penambahan armada tersebut merupakan bagian dari program peremajaan armada yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan secara berkelanjutan di masa mendatang.*
(Redaksi)




