Dalam FGD Pra MAHASABHA XIII Nyoman Cantiasa menyampaikan Materi Isu yg sangat sensitif dan terkait dgn Kerukunan Umat Beragama diwilayah yg penuh Konflik Berdarah.
Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa Wilayah Sulawesi Tengah adalah salah satu daerah di Indonesia dengan Catatan Sejarah kelam dan kompleks sehingga membuat trauma dan ketakutan yg amat sangat saat itu.
“Kita bukan untuk membuka luka lama tapi itu adalah bagian pembelajaran “Lessons Learned” bukan sumber dendam tapi kita mengajak umat Hindu dan kita semua untuk menjadikan Sejarah sebagai guru terbaik dalam merajut persaudaraan dalam menjaga fondasi Perdamaian yang telah susah payah dibangun selama ini,” katanya.
Sebagai langkah ke depan, Letjen Cantiasa memaparkan 5 Dimensi Peran Strategis PHDI dalam memelihara kerukunan:
- Preventif: Melakukan deteksi dini isu SARA dan edukasi literasi digital Anti-Hoaks.
- Kuratif: Berperan sebagai mediator dan pembuka ruang dialog & bangun komunikasi saat terjadi gesekan sosial.
- Rehabilitatif: Fokus pada pemulihan psikososial umat dan rekonsiliasi pascakonflik Tanpa diRekayasa sehingga alami.
- Kolaboratif: Memperkuat sinergi dengan FKUB, Kesbangpol, TNI/Polri, serta tokoh lintas agama.
- Edukatif: Menyiapkan generasi muda Hindu sebagai Agen Perubahan yang moderat dan memahami nilai Tat Twam Asi untuk menjaga Perdamaian & Kerukunan.
“Kita tidak dapat mengubah Sejarah, tetapi kita dapat menentukan pelajaran apa yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Letjen Cantiasa mantan Wakil Kepala BIN.
FGD Pra MAHASABHA XIII di Palu ini merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi daerah utk Belanja Masalah dan membedah Akar permasalahan keumatan sebagai bahan pembahasan nanti pada Mahasabha XIII PHDI yang dijadwalkan berlangsung pada 8-11 Oktober 2026 di Jakarta.
Melalui semangat Vasudhaiva Kutumbakam (kita semua bersaudara), PHDI berkomitmen menjelang MAHASABHA XIII untuk terus melakukan Penguatan dan Bertransformasi sebagai Lembaga yg strategis dan memanfaatkan momentum ini sebagai forum Rekonsiliasi da Konsolidasi bukan ajang membuka luka lama, baik Pengurus PHDI, sabda Walaka dan sabda Pandita dalam menjaga Marwah Agama Hindu dan keutuhan NKRI yg kita Cintai.




