Lebih lanjut, Yanto menekankan bahwa kecepatan petugas dalam merespons panggilan darurat di tengah keramaian bandara adalah standar pelayanan yang luar biasa. Kasus pemulangan lansia tersebut menjadi indikator bahwa sistem koordinasi internal Polresta Bandara Soekarno-Hatta berjalan dengan sangat baik.
SEMMI Jakarta Raya menggarisbawahi beberapa poin krusial yang membuat layanan di Bandara Soekarno-Hatta ini layak direplikasi oleh Polres lain karena mencerminkan responsivitas humanis, kemudahan akses, dan efektivitas koordinasi.
“Apa yang dilakukan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta adalah potret Polri Presisi yang sebenarnya. Jika setiap Polres di Indonesia memiliki standar respons yang sama dalam membantu warga, mulai dari urusan keamanan hingga bantuan kemanusiaan seperti kasus kakek tersebut, maka citra Polri akan semakin dicintai rakyat,” tambah Yanto.
Menutup pernyataannya, Yanto berharap agar kepolisian terus mempertahankan dedikasi ini dan memastikan layanan 110 tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.




