Dengan nada santai, ia mengatakan PBB merupakan partai yang sangat efisien dalam menjalankan organisasi.
“Kalau dihitung dari efisiensi, partai kami ini jagonya efisiensi. Mudah-mudahan 2029 Partai Bulan Bintang sudah mendapat kursi DPR. Amin Ya Rabbal Alamin.”
Yuri juga menilai Indonesia mampu menjaga stabilitas di tengah gejolak dunia, baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi global.
Ia menyinggung keberhasilan pemerintah menjaga harga pangan dan bahan bakar tetap stabil, mendorong kedaulatan energi melalui program B50, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Di tengah situasi sulit dan kabar PHK dari berbagai penjuru, negara justru hadir memberi makan puluhan juta rakyat Indonesia melalui Program MBG yang juga membuka lebih dari satu juta lapangan kerja baru.”
Meski menjadi bagian dari koalisi pemerintah, Yuri menegaskan dukungan PBB tidak hanya diwujudkan melalui apresiasi, tetapi juga kritik yang membangun.
Ia mengakui masih banyak tantangan yang harus diselesaikan, mulai dari pengangguran, penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, hingga akses pembiayaan masyarakat.
Karena itu, PBB siap mengambil peran lebih besar melalui jaringan kader, anggota legislatif, organisasi kemasyarakatan, serta gerakan ekonomi yang dimiliki partai.
“Partai Bulan Bintang siap berkontribusi lebih. Kami memiliki jaringan anggota legislatif di berbagai provinsi, jaringan dakwah dan organisasi kemasyarakatan, serta kader-kader dengan rekam jejak yang siap mengemban amanah di berbagai posisi strategis kapan pun dibutuhkan. Inilah Partai Bulan Bintang, bukan partai yang menunggu diberi, tetapi partai yang siap memberi.”
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan PBB, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, berpesan agar kepengurusan baru tetap menjaga semangat persatuan dan keberagaman.
Menurut Yusril, sejak awal PBB tidak pernah membedakan latar belakang agama para kadernya.
“Tidak ada alasan kita menganggap ada diskriminasi di pengurus PBB. Ada yang beragama Islam, Buddha, Kristen, dan agama lainnya. Bahkan ketika PBB berdiri, anggota DPRD PBB di Ambon, Kalimantan Timur, hingga Papua banyak yang beragama Kristen.”
Yusril juga mengingatkan bahwa generasi senior kini mulai memasuki masa sebagai penasehat, sementara tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan generasi muda.
“Kami ini sudah termasuk outgoing generation. Tugas kami sekarang memberikan pertimbangan dan masukan. Silakan dipertimbangkan, kalau baik dikerjakan, kalau tidak baik jangan dilakukan.”
Ia berharap PBB mampu kembali lolos ke DPR RI pada Pemilu 2029.
Menurutnya, yang terpenting bukan menjadi partai besar, melainkan partai yang tetap eksis dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Partai Bulan Bintang tidak harus menjadi partai besar. Menjadi partai kecil pun tidak masalah, asalkan mampu memberikan kontribusi besar bagi perkembangan bangsa dan negara serta terus melanjutkan perjuangan bersama.”.*
(Report lucky Poni)
(Editor Nurkholis)




