Pemkot Tangsel Gandeng Kementerian Lingkungan Hidup, Tingkat kekritisan tertinggi berada di Kecamatan Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong
Tangerang Selatan, Indonesia jurnalis – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mempercepat penanganan persoalan sampah di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pendampingan pembentukan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pendampingan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta lurah se-Kota Tangsel.
“Kementerian Lingkungan Hidup akan menempatkan sejumlah pegawai di tujuh kecamatan untuk membantu memfasilitasi penanganan sampah. Pendampingan ini meliputi pembentukan bank sampah, pencatatan dan pendokumentasian TPS3R, serta pemetaan titik-titik kritis timbunan sampah di setiap wilayah,” ujar Benyamin kepada wartawan usai memimpin rapat koordinasi dan peninjauan wilayah percepatan pengelolaan sampah di Balai Kota Tangsel, Rabu (14/1).
Benyamin menjelaskan, hasil dari pendampingan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah strategis penanganan sampah ke depan. Program ini, kata dia, merupakan bentuk komitmen Menteri Lingkungan Hidup serta tindak lanjut dari arahan Gubernur Banten.
“Pendampingan wilayah ini melibatkan sekitar 140 pegawai dari Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini akan terus dijalankan untuk membenahi penanganan sampah di Kota Tangsel, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang,” tambahnya.
Menurut Benyamin, di setiap kecamatan akan ditempatkan puluhan petugas yang bekerja langsung bersama aparat wilayah, mulai dari lurah hingga RT dan RW. Seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk mendorong pembentukan bank sampah serta memastikan pengelolaannya berjalan optimal.
Pendampingan ini, lanjutnya, juga bertujuan memberikan motivasi sekaligus memfasilitasi kebutuhan penanganan sampah, terutama di tingkat paling bawah. Berdasarkan pemetaan awal, hampir seluruh wilayah Tangsel memiliki tingkat timbunan sampah yang cukup tinggi, seperti Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Pamulang, Pondok Aren, dan Serpong Utara.
“Tingkat kekritisan tertinggi berada di Kecamatan Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong,” ungkapnya.
Mantan Wakil Wali Kota Tangsel itu mengakui, persoalan sampah tidak hanya terjadi di Tangsel, melainkan juga di 336 kabupaten/kota di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah pusat melakukan intervensi kepada daerah-daerah yang masuk kategori kritis.
“Sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup, fokus utama adalah pengelolaan sampah di tingkat masyarakat melalui penguatan bank sampah dan TPS3R. Saat ini terdapat 54 bank sampah, namun yang aktif baru sekitar 36. Ke depan, jumlah dan tingkat keaktifannya akan terus ditingkatkan,” tuturnya.
Selain pengelolaan di hulu, penyelesaian pengolahan sampah di bagian hilir juga menjadi perhatian serius, termasuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Dari sisi anggaran, Benyamin memberikan keleluasaan kepada dinas teknis untuk mendukung percepatan tersebut.
“Tidak hanya Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga dinas lain seperti Dinas Cipta Karya untuk pembangunan instalasi air lindi, serta Dinas Pekerjaan Umum untuk pembangunan akses jalan dan cerobong asap,” jelasnya.




